Bagaimana Cara Meningkatkan Kesejahteraan Diri?

Ditulis Oleh: Rajab Cipta Lestari, S. Psi

Hai sobat RK, mungkin ada beberapa sobat RK yang belakangan ini sedang menghadapi atau berjuang dengan hal yang membuat lelah ataupun stress. Dalam diri kita pasti ada suara kecil yang mencemaskan hal tersebut dan membuat kita tetap waspada dan aman. Tapi mari kita hadapi seperti layaknya orang tua yang protektif, dan membuat kita akhirnya jadi menahan atau bahkan menjadi terbebani. Dr. Beck menjelaskan bahwa cara kita memandang sesuatu itu dapat mempengaruhi perasaan kita. Bagaimana persepsi kita terhadap situasi tersebut, bagaimana cara kita berpikir pada situasi tersebut. Namun, setelah kita memperhatikan bagaimana mood dan perilaku, lalu ternyata terjadi perubahan yang buruk kita bisa bertanya pada diri sendiri, “apa yang baru saja saya pikirkan?” setelah kita mengidentifikasi pikiran, kita dapat menanggapi dan mengevaluasi pikiran kita dengan mengajukan pertanyaan seperti, “ apa buktinya kalau pikiran kita ini benar atau salah? Apa ada acara lain untuk melihat pikiran saya ini? Jika saya memiliki teman dalam situasi ini dan mereka memiliki pemikiran ini, apa yang akan saya katakan kepada mereka?” ini adalah CBT dasar.

Misalnya ketika kita dapat meningkatkan perasaan sejahtera dan menyelaraskan tujuan dengan nilai-nilai yang kita punya. Kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, “ apa yang benar-benar penting bagi saya dalam hidup saya? Apa nilai inti saya? Bagaimana saya ingin menjadi?” kemudian kenali langkah-langkah kecil yang dapat menggerakkan kita menuju tujuan. Jika mengalami hambatan, atau kehilangan motivasi di epanjangan jalan karena pemikiran yang menyimpang, kita dapat mengidentifikasi pikiran kita baik positif maupun negatif. Bicara pada diri sendiri speerti orang bijak dan teman baik.

Berikut adalah beberapa pendekatan lain yang disarankan Judith agar kita mencoba untuk menantang pemikiran kita secara konstruktif ketika tidak terasa berguna:

  1. Bayangkan skenario yang paling mungkin – Untuk membantu mengelola kecemasan
    tentang ketidakpastian, pertama-tama tanyakan pada diri kita, “Hal terburuk apa yang aku khawatirkan bisa terjadi? Dan jika itu terjadi, bagaimana aku mengatasinya? ” Misalnya, hal terburuk yang mungkin terjadi adalah bisa kehilangan pekerjaan, tabungan dan tunjangan, dan berakhir menjadi tunawisma dengan harta benda di tas belanjaan yang compang-camping. Tetapi kita mungkin mengatasinya dengan mendapatkan pekerjaan tetap yang akan memberi tempat tinggal, makanan, dan pendapatan. Dengan cara ini, kita dapat mengontrol gambar dan mengubahnya dengan cara yang lebih baik. Sekarang pertimbangkan hal terbaik apa yang bisa terjadi? Dan biasanya, kenyataan berada di antara keduanya, jadi bayangkan apa yang mungkin terjadi dan bagaimana kita akan mengatasi skenario yang berada di antara hasil terburuk dan terbaik.
  2. Kendalikan hal-hal yang dapat kita kendalikan – Meskipun ada banyak hal yang tidak
    dapat kita kendalikan, kita dapat menggunakan kendali atas hal-hal seperti jadwal dan
    kebiasaan kita. Misalnya, buat daftar setiap hari tentang hal-hal yang perlu kita
    selesaikan. Sertakan aktivitas yang kita butuhkan untuk menyeimbangkan hidup kita,
    seperti berhubungan dengan orang lain, melakukan hal-hal menyenangkan, menjaga
    kesehatan kita, atau mengalihkan perhatian kita dan mencari cara untuk membantu orang lain seperti teman, keluarga, atau mereka yang kurang beruntung dari kita.
  1. Terima pengalaman kita – Berjuang melawan emosi negatif dapat membuat kita lebih
    memperhatikannya dan membuat kita merasa jauh lebih buruk. Alih-alih, coba katakan pada diri sendiri, “Saya tidak suka merasakan kecemasan atau ketidakpastian ini, tapi wajar jika saya merasa seperti ini saat ini, dan mungkin kebanyakan orang merasakan hal seperti ini. Sementara itu, saya tidak harus fokus pada perasaan ini, dan saya bisa fokus mengambil tindakan berdasarkan nilai-nilai saya, atau terlibat dalam hal-hal yang sangat penting bagi saya. ”
  2. Gunakan isyarat tubuh – Ketika kita melihat reaksi fisiologis yang tidak nyaman atau
    secara fisik kita merasa tidak enak badan, penting untuk mencari tahu apa yang mungkin menandakannya. Jika kita dapat mengesampingkan bahwa olahraga atau penyakit menyebabkan rasa sakit dan nyeri, penting untuk mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya mengganggu. Coba lakukan ini dengan membayangkan beberapa solusi yang berbeda untuk masalah yang mungkin ada di pikiran kita. Misalnya, mungkin bertanya-tanya apakah ini tentang beban kerja, jadi kita dapat membayangkan bahwa mendapatkan email yang mengatakan bahwa tidak lagi harus memenuhi sejumlah tanggung jawab atau bahwa tenggat waktunya diubah menjadi satu tahun dari sekarang. Kemudian, ketika kita memperbaiki masalahnya, pertimbangkan seberapa baik hal ini membuat tubuh merasa. Jika kita merasa sangat lega, mungkin itulah yang ada di pikiran. Namun jika kita tidak merasa jauh lebih baik, skenario yang dibayangkan mungkin bukanlah masalah utama, dan kita perlu terus mempertimbangkannya. Bagaimana kita tetap bisa merasa sejahtera? Itu bergantung pada bagaimana cara kita merubah cara piker terhadap situasi yang dihadapi.

Sumber :
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/functioning-flourishing/202011/can-you-think-your-
way-wellbeing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s