Ibu, Ayah…”Tolong Ajari Aku Kecakapan Hidup, Kelak Aku akan Membutuhkannya”

Ditulis Oleh: Alinda Destiana, S. Psi

Banyak yang mengatakan bahwa kehidupan itu bagaikan roller coaster, saat kita sedang berada diatas, kita tidak tahu kapan kita tita-tiba langsung terjun ke bawah dengan sangat kencangnya, terkejut? Sudah pasti..! Seperti itulah gambaran kehidupan yang dialami oleh setiap orang. Ketika kita sedang menikmati kehidupan yang “nyaman” kita tidak pernah tahu bahwa yang namanya masalah, musibah, bencana akan datang menghampiri dengan tiba-tiba. Marah, sedih, kecewa, dan beberapa emosi negatif lainnya akan muncul dalam benak kita. Namun pernahkah kita menyadari dan menerima semua yang terjadi, lalu kita berusaha untuk bangkit, dan memperbaiki kondisi yang “tidak menyenangkan” ini? Atau justru kita malah bingung dan tidak tahu apa yang harus kita lakukan? Selain itu kita tidak memiliki solusi akan permasalahan yang kita hadapi, bahkan kita tidak tahu hal apa yang pertama kali harus kita lakukan untuk menolong diri kita sendiri. Pernahkan kita terjebak dalam situasi seperti itu? Atau setidaknya pernahkah kita melihat orang lain dalam situasi yang serupa? Lantas hal apa yang dapat menyebabkan seseorang begitu terpuruk saat mendapatkan

permasalahan? Bahkan sampai dia tidak mengetahui apa yang harus dia lakukan untuk menolong dirinya keluar dari permasalahan.

Jika kita menyadari dan melihat pada diri kita, kita akan mengetahui bahwa setiap individu itu membutuhkan yang namanya kecakapan hidup (Life Skill). Lalu kecakapan hidup itu apa? Kecapakan hidup diartikan sebagai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki individu untuk berani menghadapi permasalahan dalam kehidupan dan secara aktif akan mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya akan membuat individu tersebut mampu mengatasi permasalahannya melalui kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain. Tidak hanya kemampuan dalam berinterkasi dan beradaptasi tetapi kecakapan hidup ini juga meliputi keterampilan dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan efektif, membina hubungan antar pribadi, kesadaran diri, berempati, mengatasi emosi, dan juga mengatasi stress (Anwar, 2004:54).

Tujuan memperlajarinya apa?

1. Untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki individu agar individu tersebut dapat memanfaatkan potensinya untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi sehari- hari.

2. Memberikan bekal agar individu nantinya mampu untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi dengan lingkungan sosialnya.

3. Agar Individu mampu untuk melindungi dirinya dari resiko dan ancaman seperti perasaan negatif yang berlebihan, dan stress sehingga ia bisa hidup dengan baik untuk menggapai cita-citanya.

4. Membuat individu lebih mandiri dalam menjalani kehidupannya.

Sejak kapan mulai belajarnya?

Kecakapan Hidup ini lebih baik dikenalkan kepada individu sejak dini (masa kanak-kanak). Dapat dilakukan dengan cara-cara seperti mengajarkannya mengenai sopan santun dengan mengenalkannya mengenai kata (maaf, terimakasih, dan tolong). Mengajarkannya untuk bertanggungjawab pada barangnya sendiri, misalnya membereskan mainan jika telah selesai dimanainkan, bertanggungjawab pada dirinya sendiri misalnya dengan mengajarkannya untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Membantu untuk mengerjakan perkerjaan rumah, misalnya mencuci piring selesai makan, menyapu, memasak. Melibatkan anak untuk merencanakan sesuatu, misalnya ketika kite berencana pergi camping kita berikan pertanyaan

apa saja yang akan kita lakukan bersama-sama saat di lokasi camping biarkan dia untuk mengutarakan pendapatnya.

Siapa yang mengajarkannya?

Orang tua maupun co-parents merupakan layer pertama yang dimiliki oleh anak untuk mengajarkannya mengenai kecakapan hidup, selain itu waktu kebersamaan mereka lebih banyak bersama kita. Oleh sebab itu, kita memiliki tugas untuk mengajarkannya mengenai kecakapan hidup sedikit demi sedikit sesuai dengan kapasitas usianya. Selain kita sebagai orang tua, guru dan lembaga sekolah juga memiliki tugas yang sama untuk memberikan pengajaran mengenai kecakapan hidup yang sesuai dengan prinsip pengajaran di sekolah. Dengan mengenalkan kecakapan hidup kepada anak-anak sejak dini, artinya kita telah memberikan “bekal” kepada mereka untuk dapat menghadapi kehidupannya kelak di masa mendatang. Diharapkan bila kita telah membekalinya dengan kemampuan kecakapan hidup kelak ia akan tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, individu yang kuat dan solutif dalam menghadapi permasalahan kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s