Power Struggle

Ditulis Oleh: Myrna Anissaniwaty, M. Psi., Psikolog

Power Struggle adalah situasi ketika anak menolak melakukan sesuatu/kegiatan (misalnya: mandi,
tidur siang, makan sambil duduk, selesai bermain, dll) dan orang tua bersikeras mengajak anak
melakukan kegiatan tersebut. Kebanyakan orang tua mulai mengalami situasi ini ketika anak berada
di usia 2 tahun. Orang tua sebenarnya bisa memandang situasi ini sebagai momen perkembangan
kemandirian bagi anak. Inilah beberapa tips agar Sobat RK bisa lebih tenang menghadapi Power
Struggle.

  1. Memberdayakan anak
    Pada usia 2 tahun anak biasanya mulau sering menyatakan keinginannya atau berkata “Tidak” pada
    hal yang tidak ingin ia lakukan. Hal tersebut menunjukkan anak memiliki kebutuhan untuk berdaya.
    Maka orang tua bisa memfasilitasi kebutuhannya tersebut dengan melibatkan anak dalam
    mengambil keputusan. Dengan begitu, anak akan mengembangkan perasaan kompeten atau bisa
    melakukan sesuatu sesuai dengan pilihannya.
  2. Memberikan pilihan pada anak
    Ini adalah salah satu strategi agar anak merasa terlibat dalam mengambil keputusan. Misalnya ketika
    anak menolak mandi, orang tua bisa memberikan pilihan dengan mau “mandi dengan ayah atau
    ibu?” “Mandi bawa bebek2an atau bawa dino?” Dll.
  3. Validasi emosi anak
    Validasi emosi juga memegang peranan penting agar power struggle tidak berujung tantrum. Ketika
    perasaan anak diakui dan diterima, anak biasanya akan lebih mudah mengatur perasaan dan
    keinginannya. Sebagai contoh ketika mengajak anak mandi dan ketika pilihan yang orang tua berikan
    pun anak tolak kita bisa menunjukkan pemahaman kita terhadap kondisi anak. “Ibu tau kamu
    keliatan masih senang sekali main sampai belum mau mandi ya, yuk kita jalan sama-sama ke kamar
    mandi ya..” (anak malah menangis dan berteriak) “Iya saying sedih banget ya kedengerannya,
    ngerti..ngerti masih mau main yaa, mau ibu peluk dulu sebelum kita mandi?” baru setelah tenang
    ajak anak untuk mandi.

Prosesnya keliatan lama dan melelahkan ya? Tapi hal ini sangat penting dilalui agar anak tetap
merasa berdaya dan dipahami oleh orang tuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s