Manfaat Menulis Jurnal

Ditulis Oleh: Prilianti Putri, S. Psi

Pernahkah sobat RK menulis jurnal pribadi, atau mungkin disebut juga sebagai buku harian? Walaupun sebenarnya ada sedikit perbedaan diantaranya; buku harian adalah catatan aktivitas harian seseorang yang berisi detail mengenai peristiwa tertentu, sedangkan jurnal berisi luapan perasaan, emosi, masalah, dan lainnya mengenai kehidupan seseorang. Beberapa diantara kita mungkin pernah mempunyai buku dengan gembok kecil di bagian sisinya atau menyimpan buku yang berisi semua curahan hati kita itu di suatu tempat yang hanya kita ketahui. Ya, hal tersebut dilakukan karena buku ini bersifat sangat pribadi bagi kita.

Masihkah kita menulis jurnal? Jika sobat RK sudah lama tidak melakukannya, coba sobat RK ingat-

ingat kembali, apa yang sobat RK rasakan setelah menulis jurnal? Jika muncul perasaan lega setelah menuliskan luapan emosi, perasaan, atau pikiran kita, hal tersebut memang secara umum dapat terjadi karena ternyata salah satu cara yang efektif untuk menurunkan stress adalah dengan menulis jurnal secara detail mengenai perasaan dan pikiran kita terhadap kejadian yang stressful.

Sebenarnya apa yang membuat kegiatan menulis jurnal ini sering kali disarankan banyak orang?

Jurnal membantu kita mengekspresikan perasaan.

Selama jurnal bebas dari pandangan orang lain, maka tidak ada tempat yang lebih aman untuk mengekspresikan diri selain di jurnal. Banyak orang menuliskan pernyataan yang tidak akan pernah mereka katakan kepada orang lain secara langsung. Itu hanyalah kata-kata dan perasaan, mengapa tidak diluapkan saja? Mereka yang menulis jurnal sering kali mengatakan betapa leganya mereka setelah menuliskannya.

  • Jurnal membantu kita untuk mengklarifikasi pikiran.

Seringkali kita merasakan perasan-perasaan yang bertentangan satu sama lain dalam waktu bersamaan, yang dimana hal tersebut dirasa membingungkan dan membuat kita merasa stuck. Menulisjurnal akan memaksa kita untuk fokus pada satu topik di waktu tertentu. Mencintai dan marah pada orang yang sama itu normal, sebagai contoh. Tulis satu paragraf mengenai apa yang membuat kita mencintai orang tersebut, dan kemudian apa yang membuat kita marah padanya. Setiap emosi mempunyai waktunya masing-masing, satu per satu.

  • Jurnal membantu kita untuk mengingat

Mereka yang menulis jurnal mengatakan bahwa menulis cerita dari pengalaman masa lalu membantu mereka mengingat detail-detail yang mereka lupakan dan membiarkan diri mereka terlarut dalam memori. Detail memori tersebut nampaknya dihayati dan dilalui dengan waktu yang terasa lebih lamban secara disengaja.

  • Jurnal membantu menemukan diri di masa depan

Beberapa orang menulis jurnal dan kemudian segera menghancurkannya. Ada pula yang merobek-robeknya di hari peringatan tertentu (misalnya ketika anniversary dengan pasangan yang sudahditinggalkan). Tetapi banyak juga yang menyimpan jurnal dan kemudian membacanya kembali di masa depan. Gambaran masa lalu dapat membantu kita melihat seberapa besar perkembangan dan pemahaman yang telah kita peroleh.

  • Jurnal dapat membantu dalam penyelesaian masalah dan menenangkan diri

Beberapa orang menggunakan jurnal untuk mencatat berbagai kejadian dan emosi. Tidak hanya itu, menulis jurnal juga dapat menjadi tempat kita untuk melakukan brainstorm untuk mendapatkan solusi atas permasalahan yang sulit. Jurnal dapat menjadi tempat untuk membuat strategi. Selain itu, dapat pula menjadi tempat dimana kita merenungkan mengapa kita merasakan dan melakukan sesuatu serta bagaimana kita bisa berubah. Bahkan, bagi sebagian orang, jurnal dapat menjadi tempat untuk menuliskan harapan-harapan, serta pesan untuk diri sendiri. Kita menghabiskan banyak waktu untuk mendengar suara hati kita yang selalu mengkritisi diri, menulis jurnal dapat menjadi salah satu waktu di mana kita melawan suara hati tersebut dengan meninjau kembali atas apa yang sudah berhasil dilakukan di masa lalu.

  • Jurnal membantu kita untuk menulis

Mungkin hal ini bukan menjadi prioritas utama, akan tetap banyak sekali penulis yang menjami bahwa menulis jurnal adalah salah satu cara mereka untuk melewati hambatan sebagai penulis. Mengekspresikan, tanpa adanya edit atau penilaian, menghasilkan lebih banyak ekspresi.

Dengan menulis jurnal, kita memperkenankan diri kita untuk mengklarifikasi pikiran dan perasaan, dengan demikian kita mulai mendapatkan self-knowledge yang berharga. Menulis jurnal juga dapat menjadi salah satu cara untuk pemecahan masalah yang baik karena seringkali seseorang dapat memecahkan masalah dan menemukan solusi dengan lebih mudah di atas kertas.

Seiring berjalannya waktu, menulis jurnal mungkin dapat menurunkan tingkat stress. Jika tidak, bagaimana pun, jangan takut untuk mencari bantuan professional ya, sobat RK. Therapist akan membantumu untuk memastikan bahwa tulisan jurnalmu efektif atau mereka dapat membantu untuk menemukan strategi agar dapat menurunkan tingkat stress yang dialami sebagai cara alternatif agar kita bisa kembali produktif.

Bibliography

Elizabeth Scott, M. (2020, March 27). The Benefits of Journaling for Stress Management. Retrieved from verywellmind: https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-journaling-for-stress- management-3144611

Ryan Howes, P. (2020, July 15). Why Is Everyone Talkiing About Journaling? Retrieved from Psychology Today: https://www.psychologytoday.com/us/blog/in-therapy/202007/why-is-everyone-talking-about-journaling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s