Bagaimana Pandemi Dapat Memacu Depresi? 5 Cara Menangani Quarantine Blues.

Ditulis Oleh: Raiguna Sonjaya, S. Psi

Setiap kali terjadi tragedy atau krisis, kita sebagai individu seringkali mencari
berbagai bentuk dukungan emosional seperti komunitas, kelompok agama, keluarga dan
teman-teman serta sahabat. Hubungan yang sehat seperti itu mengangkat kita, memberi kita
keberanian, dan memberi kita kekuatan.

Ketika kita dihadapkan dengan penderitaan yang sama, kontak sosial sesama manusia
merupakan suatu “Teknik” penyembuhan. Itu membangunkan kemanusiaan kita dan memicu
refleksi diri. Seringkali, krisis menyebabkan kita mengesampingkan kekhawatiran kecil dan
lebih menghargai hidup. Seperti yang pernah dikatakan orang bijak, rasa terima kasih lahir
dari penderitaan.

Namun Social Distancing dari coronavirus yang sedang kita lakukan saat ini tidak
memungkinkan untuk kita melakukan kontak semacam itu. kita tidak bisa memeluk atau
menyentuh, berjabat tangan dengan teman atau saudara-saudara kita. Kita rindu berada di
hadapan orang yang kita cintai. Acara keluarga dibatalkan, makan malam atau makan siang
dengan teman dilarang. Banyak dari kita terisolasi dan merasa lebih sendirian daripada
sebelumnya.

Isolasi memicu depresi.

Orang-orang yang lebih muda dapat menggunakan teknologi untuk sekedar
kunjungan video atau pertemuan, namun tidak semua orang tua cenderung tahu bagaimana
menggunakan teknologi tersebut. Selain itu, karena mereka yang paling rentan terhadap virus
corona, mereka juga cenderung kesepian karena kurangnya penguasaan akan teknologi.
Depresi berkembang biak dalam kesendirian karena kekhawatiran tentang masa depan
menggerogoti perasaan kesejahteraan kita.

Beberapa hal yang bisa membantu kita bertahan saat isolasi
ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk bisa bertahan dalam situasi yang
mengharuskan kita melakukan isolasi dari pandemic coronavirus ini. Diantaranya adalah

  1. Belajar atau mengembangkan skill baru
    Kita bisa mempelajari berbagai macam hal atau kemampuan yang belum pernah kita
    pelajari sebelumnya, seperti belajar memainkan alat music, mengikuti pelatihan
    online yang banyak diselenggarakan, atau beberapa tugas baru yang bisa kita terima
    atau kerjakan.
  2. Perbanyaklah membaca
    Membaca bisa menjadi salah satu media untuk “pelarian” secara emosional dan
    Psikis. Kita bisa membaca buku online, memesan buku edisi terbaru atau sekedar
    membaca buku yang sudah kita miliki sebelumnya. Bacalah berbagai hal yang
    menurut kita menyenangkan seperti cerita misterius, biografi artis atau tokoh dunia
    dan lain-lain
  3. Buat rutinitas baru
    Jika kita memiliki rutinitas yang sering kita lakukan, tetaplah lakukan rutinitas
    tersebut, tapi tambahkan juga beberapa kegiatan baru di antara kegitaan tersebut
    seperti menonton film kesukaan, melakukan perawatan diri, menata ulang lemari,
    melihat foto-foto keluarga dan sebagainya.
  4. Persepsikan situasi saat ini sebagai sebuah peluang.
    Terlalu sibuk untuk menemukan atau menambahkan rutinitas baru ? tidak lagi, karena
    sesungguhnya di waktu kita melakukan karantina atau isolasi saat ini, kegiatan baru
    tersebut bisa membuat kita lebih berkembang dari sebelumnya, contohnya seperti
    membaca buku, atau bermain alat music. Kita bisa menemukan hal baru dan
    mengetahui lebih banyak hal baru dari sebelumnya.
  5. “reach out”
    Luangkan waktu untuk menelepon teman; kontak kembali dengan teman-teman
    sekolah menengah atas atau perguruan tinggi. Sekarang juga saat yang tepat untuk
    saling menengok tetangga yang sudah tua dan menawarkan untuk membantu mereka
    berbelanja, dll. Hal yang menakjubkan tentang kegiatan altruistik adalah mereka juga
    membangkitkan semangat Anda. Bukankan itu merupakan suatu pencapain yang luar
    biasa ?
    Sumber :

L.C.S.W, S. G. (2020, 04 05). Psychology today Articles. Retrieved from Psychology today:
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/when-kids-call-the-shots/202004/how-
the-pandemic-can-trigger-depression

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s