Pendidikan Melalui Karakter Disney Princess: 3 Hal yang Dapat Dipelajari Dari Film Frozen 2

Ditulis Oleh: Rajab Cipta Lestari, S. Psi

Hallo bunda, apa disini ada yang memiliki putri dan senang menonton film Princess Disney?

image source: http://www.bustle.com

Nah ada hal yang menarik nih bunda dari karakter atau tokoh-tokoh yang ditampilkan di film kartun Disney Princess ini. Memang di luar negeri sendiri ada beberapa penelitian yang sudah mengkonfirmasi kekhawatiran orang tua tentang efek buruk dari “budaya princess,” namun Putri<br>yang ditampilkan dari Disney saat ini dapat merubah cara pandang kita.Nah ada hal yang menarik nih bunda dari karakter atau tokoh-tokoh yang ditampilkan di film kartun Disney Princess ini. Memang di luar negeri sendiri ada beberapa penelitian yang sudah mengkonfirmasi kekhawatiran orang tua tentang efek buruk dari “budaya princess,” namun Putri
yang ditampilkan dari Disney saat ini dapat merubah cara pandang kita.

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali cerita yang disampaikan oleh Disney dan sangat populer. Seperti misalnya kisah Cinderella, yang bertemu dan kemudian menikah dengan seorang pangeran yang baru saja ia temui sebagai satu-satunya jalan keluar dari situasi rumah yang kejam. Snow White, yang terbangun dari tidur panjangnya dengan dicium oleh pangeran, yang ciuman itu dilakukan tanpa persetujuan darinya. Ariel yang mengorbankan suaranya , untuk seorang pangeran yang juga nyaris belum dikenalnya. Mungkin yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa masing-masing karakter ini menjalani pengalaman ini karena semua wanita sekitar mereka tampaknya jahat.

Seperti yang ditulis Peggy Orenstein dalam Cinderella Ate My
Daughter, “Putri-putri bisa curhat dengan tikus atau cangkir teh yang simpatik, tetapi ia tidak punya pacar. Mari kita ulas: para tokoh putri yang sering diceritakan Disney yang dulu, adalah karakter yang menghindari terlibat dengan wanita lainnya. Tujuan mereka adalah untuk diselamatkan oleh seorang pangeran, menikah, dan dirawat seumur hidup mereka. ” Namun Disney tampaknya terus berkembang, semakin banyak yang mempertimbangkan sisi psikologisnya serta dapat menjadi contoh untuk kita sendiri, seperti : Film Inside Out, film ini memanfaatkan ahli psikologi untuk memastikan pandangan yang akurat tentang dunia emosi. Moana mewakili keragaman yang sangat dibutuhkan dan merupakan demonstrasi terbaik dari seorang pemimpin wanita. Frozen (part one) menceritakan seorang putri yang jatuh cinta dalam satu hari yakni Anna, tetapi kemudian jelas menunjukkan betapa berbahayanya dan tidak realistisnya jika hal tersebut terjadi. Film tersebut menggambarkan tokoh protagonis wanita yang menggunakan kekuatan nyata untuk menemukan jalan mereka melalui tantangan, daripada hanya bersandar padapertemuan kebetulan dengan pria. Elsa yang memiliki kekuatan super dan Anna yang sangat
manusiawi, kekuatan psikologis Anna dan Elsa membesarkan hati di berbagai tingkatan.

Pertama, mereka secara akurat menggambarkan bagaimana kekuatan dapat dikembangkan sebagai kombinasi dari alam, pengasuhan, dan cara hidup yang baik. Kedua, mereka memiliki kekuatan yang sangat penting bagi para pemimpin untuk hari ini dan besok.

Berikut adalah tiga kekuatan kekuatan utama yang dapat dipelajari dari kedua karakter tersebut:

  1. Koneksi – Sebagai makhluk sosial, kita terhubung untuk berkembang dalam koneksi. Hubungan Anna dan Elsa adalah salah satunya. Mereka menarik kekuatan dari satu sama lain dan yang lain yang mereka sayangi. Kemampuan ini mencerminkan apa yang disorot oleh para
    peneliti dalam kekuatan hubungan positif, berfungsi sebagai obat terhadap stres, sumber ketahanan, dan faktor-x dalam kehidupan yang dijalani dengan baik. Berbeda dengan putri putri masa lampau yang tidak memiliki teman wanita yang ditampilkan, koneksi kuat Elsa dan
    Anna adalah pusat kesuksesan mereka.
  2. Keterampilan hidup – Mereka juga menyampaikan alat yang bisa dipelajari alias keterampilan hidup yang dapat dikembangkan siapa pun untuk menghadapi tantangan kehidupan dan berkembang untuk jangka panjang. Anna dan Elsa mengilustrasikan beberapa alat yang sangat
    kuat ini yang digunakan oleh terapis dan pelatih untuk klien mereka seperti merasakan perasaan seseorang, memilih untuk fokus pada langkah tepat berikutnya di tengah-tengah kelelahan, dan penilaian kembali untuk menghindari rasa cemas. Sama seperti putri-putri
    Disney masa lalu, masyarakat kita cenderung menghargai tetap tenang dalam menghadapi tantangan, terutama bagi wanita. “Tetap tenang dan lanjutkan,” kata kita. Tetapi menahan ketakutan, kegelisahan, dan stres cenderung membuatnya lebih buruk. Memang, para peneliti telah menunjukkan bahwa jauh lebih efektif untuk mengubah kecemasan dengan pikiran yang menyenangkan. Dalam satu penelitian, seperti dilansir Olga Khazan di The Atlantic, profesor Alison Wood Brooks melengkapi setiap peserta dengan satu dari tiga penegasan untuk
    dikatakan sebelum melakukan sesuatu yang biasanya menakutkan, seperti bernyanyi karaoke di depan orang asing. Mereka mengatakan, “Saya tenang,” “Saya stres,” atau “Saya senang.”. Ketika peserta mengatakan pada diri mereka sendiri, “Saya senang,” detak jantung mereka terus meningkat, rasa percaya diri dan performa juga ikut meningkat. Demikian pula, dalam lagu Into the Unknown, Elsa bergeser dari menenangkan suara-suara yang membuatnya takut, menjadi merasakan sensasi baru bagi yang tidak dikenal.
  3. Tujuan – hal kuat yang membuat kita bangun dari tempat tidur di pagi hari dan membantu kita bertahan melalui tantangan yang paling berat. Anna memiliki tujuan yang stabil dan jelas. Dia peduli tentang masa depan Arrandale dan hubungan terdekatnya. Elsa juga didorong oleh tujuan, yang menarik adalah kita dapat melihat bagaimana tujuannya kurang kuat ketika tidak sesuai dengan tujuan awal. Di awal film dia mencoba untuk puas dengan yang sekarang, tetapi merasa ada panggilan yang lebih tinggi. Hanya ketika dia setia pada suara di dalam, tujuannya mendorongnya melalui prestasi untuk menjadi manusia super . Mengapa ini penting? Pertama, kita semua percaya akan pentingnya merayakan kemenangan kecil. Jika tidak mengenali hal-hal yang baik, sulit untuk melihat hal lain diluar sana dan menganggap itu baik. Kedua, secara langsung cara-cara di mana kita membawa pelajaran sejak masa kecil akan berdampak pada cara kita memandang hidup dan juga cara memandang pekerjaan kita. Inilah yang digambarkan Esther Perel sebagai kekuatan emosi. Karakter favorit anak-anak dari film dan pertunjukan memiliki pengaruh pada cara pikir mereka, dan apa yang mereka pegang di dunia. Berdasarkan tahap perkembangan otak mereka, anak-anak tidak memisahkan karakter fiksi dari manusia nyata dengan cara yang sama dilakukan orang dewasa. Menurut Dr. Jessamy Comer dari Departemen Psikologi RIT, baru pada pertengahan sekolah dasar anak-anak benar-benar memahami karakter dalam film adalah fiksi. “Ketika mereka sedang melihat kartun” katanya, “bagi mereka, itu nyata. Ini sangat nyata.”. Untuk anak-anak, tokoh panutan dapat berupa nyata atau fiksi. Setiap orang dari kita dapat memengaruhi – apakah itu langsung sebagai panutan, melalui cerita yang kita ceritakan, atau melalui cerita yang kita pilih untuk dinikmati. Perlu diingat bahwa setiap pilihan memiliki efek bagi semua orang yang menonton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s