Memaksimalkan Bakat dan Potensi dengan “IKIGAI”

Ditulis Oleh: Myrna Anissaniwaty, M. Psi., Psikolog

Bakat, seringkali menjadi topik atau fokus utama bagi kebanyakan orang, mulai dari usia balita hingga ketika masuk masa dewasa. Di masa balita, orang tua ingin mengetahui bakat yang dimiliki anaknya. Hal ini bertujuan agar orang tua bisa mengarahkan dan membimbing anak untuk memantapkan minat dan bakatnya sehingga akan mudah bagi mereka menentukan tujuan hidup, sebagaimana pernah saya bahas di artikel “Memaksimalkan Minat dan Bakat Anak Usia Dini”.

Tidak sedikit pula beberapa orang baru memfokuskan pada bakatnya ketika SMA atau bahkan ketika akan lulus kuliah. Pertanyaan “Mau jadi apa..?” pun muncul entah datang dari diri sendiri maupun pernyataan yang sering dilontarkan orang lain. Terkadang kita masih merasa kesulitan menentukan jalan apa yang akan dipilih terkait pekerjaan, atau bahkan masih belum mengenali bakat dan potensi yang dimiliki. Berbagai macam cara bisa ditempuh untuk menentukan karir atau tujuan hidup, salah
satunya dengan terlebih dahulu mengenal dan menyadari diri sendiri.

Mengenal atau mengetahui diri bisa menggunakan beberapa konsep atau teori yang populer, saya pribadi cukup sering menerapkan konsep IKIGAI dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika membantu orang lain memetakan bakat maupun keinginannya. Ikigai adalah konsep Jepang
yang didefinisikan sebagai “alasan untuk hidup”. Orang Jepang percaya setiap orang memiliki ikigai. Sesuatu yang sangat penting, sebuah alasan untuk menikmati hidup. Untuk menemukan ikigai, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri tentang 4 hal, yaitu:

  1. Apa yang kamu suka? (what you love?)
  2. Apa yang sangat kamu kuasai? (what you are good at?)
  3. Apa yang dunia butuhkan? (what the world needs?)
  4. Apa kamu bisa menghasilkan yang dengan hal itu? (what you can be paid for?)

Irisan dari 4 pertanyaan itulah yang dimaksud dengan ikigai. Pertanyaan ini yang jika ditanyakan berulang-ulang pada diri akan mengerucut pada hal yang paling kita sukai dan juga memberikan dampak kepada finansial dan orang sekitar (Yoris Sebastian, 2016). Jadi, tidak cukup hanya punya
passion, kita juga perlu menentukan misi yang kita emban untuk masyarakat sekitar, profesi yang menjadi sumber penghasilan, dan lapangan kerja yang mungkin bisa kita kembangkan.

Ikigai merupakan proses menemukan tujuan diri, memang tidak instan sehingga bisa saja waktu yang dibutuhkan untuk menggali atau menemukan ikigai kita berlangsung cukup lama. Untuk memudahkan prosesnya, kita juga bisa melihat indikator atau ciri ketika kita sudah berhasil menemukan ikigai kita, yaitu ketika memiliki unsur 4E; Enjoy, Easy, Excellent dan Earn. Seseorang merasa senang saat melakukannya (enjoy)merupakan ciri yang pertama atas keberhasilan dari suatu
kegiatan. Apakah aku tetap akan melakukannya meskipun tidak seseorangpun menghargai hasil karyaku? Sebagai contoh seseorang yang suka masak selalu mengisi waktunya dengan memasak, terus berlatih, tak perduli walaupun orang lain tak menyukainya. Ciri yang kedua ketika seseorang dapat melakukan sesuatu dengan mudah (easy), saat dia merasakan dapat menguasai keterampilaan tersebut dengan mudah sementara orang lain dengan susah payah. Ciri yang ketiga adalah apabila
orang tersebut merasa telah dapat mencapai hasil yang maksimum (excellent). Terakhir, keika ia menghasilkan pendapatan, pujian, maupun pengakuan dari lingkungan atas apa yang dilakukan (earn).

Beberapa peneliti mengatakan, ikigai bisa berubah seiring perkembangan usia. Seseorang yang menjadikan karier sebagai tujuan hidup, akan mencapai kepuasannya saat pensiun nanti. Selanjutnya, ia akan mencari ikigai baru. Gordon Matthews, profesor antropologi di Chinese
University of Hong Kong sekaligus pengarang buku What Makes Life worth Living? mengatakan, ikigai bisa membuat hidup seseorang menjadi lebih bermakna. “Sebab, kita selalu memiliki sesuatu yang ingin diperjuangkan,” ujarnya. Jadi, selamat menemukan Ikigai-mu ya Sobat RK..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s