Bantu Anak Belajar Mengambil Keputusan

Ditulis Oleh: Lindyani Anissa, S. Psi

Seringkali orang tua menentukan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka inginkan tanpa meminta persetujuan dari anak.  Namun sesekali biarkan anak mengambil keputusan sendiri. Walaupun masih kecil, bukan berarti anak tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Belajar untuk mengambil keputusan sendiri akan mempengaruhi kemandirian cara berpikir dan
bersikapnya kelak.

Waktu diminta untuk menentukan pilihan, mungkin Si Kecil akan kebingungan. Hal ini normal karena ia belum punya banyak pengalaman dalam menentukan pilihan. Ia akan kebingungan misalnya ketika mereka memilih Baju apa yang akan mereka pakai untuk pergi? Makanan apa yang mereka inginkan untuk sarapan? Teman mana yang ingin mereka
undang? Atau sesederhana Rasa es krim mana yang ingin mereka makan?
Hidup ini penuh dengan pengambilan keputusan baik hal kecil ataupun besar, tetapi bagi beberapa anak, terasa sangat sulit untuk dapat memutuskan sesuatu, ketika diminta memilih, mungkin mereka akan berkata “Aku tidak tahu! Saya tidak bisa memutuskan! ” atau, mereka
mungkin membuat pilihan tetapi dengan cepat membalikkan keputusan mereka. “Yang merah! Eh tidak, yang biru! Tidak, yang merah! ” Bahkan sebagian anak bisa sampai menangis karena kebingungan. Maka kita sebagai orang tua, penting untuk dapat membuat anak belajar membuat keputusan.

Dengan setiap keputusan, anak-anak membangun identitas mereka, menyatakan, “Inilah yang penting bagi saya” atau “Inilah saya”. Lalu, bagaimana membantu anak-anak agar dapat mengambil keputusan? Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anak-anak mengambil keputusan.

  1. Memberikan sedikit pilihan
    Dengan memberikan sedikit pilihan akan membuat pilihan menjadi tidak terlalu sulit untuk anak. Dr. Tamara Chansky yang juga seorang psikolog anak menyatakan adanya Penelitian yang menunjukkan bahwa jika anak diperhadapkan pada terlalu banyak pilihan, ia akan lebih
    sulit menentukan pilihan, karena pada dasarnya ingin memilih sebanyak mungkin yang ia bisa. Jadi, lebih baik batasi pilihan yang ibu berikan pada anak, baru kemudian minta ia untuk memilih. Misalnya, saat memilih pakaian, biarkan ia memilih baju warna biru atau
    merah saja dibandingkan memberikan pilihan yang lebih banyak dari itu. Dengan pilihan ini mereka akan belajar menyusun strategi, misalnya seperti membalikan sebuah koin untuk memilih sambil mengatakan ‘’eenie-meenie-minie-mo’’
  2. Memikirkan Konsekuensi dari Sebuah Keputusan
    Untuk keputusan yang lebih besar, bantu anak untuk memikirkan konsekuensinya dengan menyampaikan , “Jika kamu memilih A, maka akan terjadi B” Ketika kita membantunya untuk menjelaskan konsekuensi dalam segala pilihan, maka akan mengubah pikirannya dan
    biasanya menemukan pola yang menunjukkan lebih condong kemana keinginan anak tersebut.
  3. Berilah kesempatan anak Anda yang memutuskan
    Ketika kita memercayai anak-anak kita untuk membuat keputusan, kita tidak hanya memberi mereka latihan dengan keterampilan hidup yang penting, kita juga membantu mereka mengembangkan dirinya. Mereka akan belajar apa yang mereka sukai, tetapi mereka juga akan menemukan bahwa pilihan yang buruk bukanlah akhir dari cerita ketika mereka mau membuat beberapa pilihan yang mereka sesali dan mereka anak belajar dari pengalaman ini. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/growing-friendships/201906/when-your-child-can-t-decide

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s