Resolusi Tahun Baru Bukan Sekedar Wacana

Ditulis Oleh: Prilianti Putri Lestari, S. Psi

Siapa diantara sobat RK yang membuat daftar resolusi tahun 2019? Bagaimana progressnya saat ini?

Selamat, bagi sobat RK yang bisa mencapai resolusinya! Untuk yang belum, kamu ngga sendiri kok, karena menurut survey dari Miller dan Marlatt (1998) dari 264 subjek yang mengisi kuesioner, sekitar 75% yang membuat resolusi gagal pada upaya pertama yang mereka lakukan dan kebanyakan orang sekitar 67% membuat lebih dari satu resolusi.

Kalau begitu, sebenarnya apa saja yang menentukan kesuksesan seseorang untuk mencapai resolusi-resolusinya? Menurut penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang percaya bahwa self-control adalah sesuatu yang dinamis, dapat berubah, dan tidak terbatas (misalnya, “saya bisa berhenti merokok, yang perlu saya lakukan adalah menanamkan hal itu dalam pikiran saya”) cenderung dapat mencapai resolusinya. Sedangkan pada orang-orang yang percaya bahwa kita dilahirkan dengan self-control yang terbatas dan tidak dapat diubah (misalnya, “saya tidak bisa berhenti makan coklat ini, saya punya gen coklat yang diturunkan oleh ibu saya!) serta mereka yang mempunyai keyakinan kecil dalam dirinya pada kemampuan mereka sendiri untuk melaksanakan tujuan mereka (yang dalam psikologi disebut sebagai self-efficacy yang rendah) menunjukan bahwa mereka tidak dapat memperoleh tujuan resolusi tahun baru mereka.

Oleh karena itu, individu yang percaya pada kemampuan sendiri (self-efficacy yang tinggi) umumnya berkorelasi dengan kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai tujuan. Sekarang kita tahu bahwa keyakinan pada diri sendiri adalah kunci yang bisa kita lakukan untuk mencapai resolusi. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk membuat resolusi menjadi lebih mungkin dicapai?

1. Pilih tujuan yang spesifik dan realistis
Di tiap tahun, banyak orang dewasa yang memutuskan untuk menurunkan berat badan di tahun depan. Daripada memilih tujuan yang ambigu, fokuslah pada sesuatu yang lebih konkret yang secara realistis dapat dilakukan oleh sobat RK. Misalnya, sobat RK berkomitmen untuk menurukan berat badan sebanyak 5 kg atau melakukan mini-marathon untuk membiasakan diri berolahraga. Memilih tujuan yang konkret dan bisa dicapai memberi sobat RK kesempatan untuk merencanakan bagaimana sobat RK akan mencapai tujuan dalam tahun tersebut.

2. Pilih hanya satu resolusi
Richard Wiseman, professor psikologi di Hertfordshire University, menyarankan untuk memilih satu tujuan dan fokuskan energimu untuk mencapainya. Memutuskan terlalu banyak resolusi sekaligus dapat menjadi hal yang sulit karena membangun pola perilaku baru membutuhkan waktu. Memfokuskan upaya pada satu tujuan spesifik membuat resolusi menjadi lebih dapat dicapai.

3. Jangan menunda
Rencana adalah bagian penting dalam mencapai berbagai tujuan. Para ahli menyarankan untuk meluangkan waktu dalam memikirkan bagaimana kita akan mengatasi perubahan perilaku dalam mencapai resolusi. Memiliki rencana secara tertulis dan detail dapat memudahkan kita. Jika kita memulai untuk mencapai tujuan tanpa adanya rencana, kita mungkin akan mudah menyerah ketika dihadapkan dengan hambatan dan kesulitan. Dengan mengetahui apa yang kita inginkan untuk dicapai dan kesulitan yang mungkin akan dihadapi, kita akan lebih siap untuk tetap berpegang pada resolusi dan mengatasi potensi dari hambatan-hambatan.

4. Mulailah dengan langkah kecil
Mengambil langkah terlalu banyak adalah alasan umum mengapa begitu banyak resolusi tahun baru yang gagal. Mengurangi kalori secara drastis, berolahraga di gym secara berlebihan, atau mengubah perilaku normal secara radikal adalah cara ampuh untuk menggagalkan rencana. Akan lebih baik bagi kita untuk fokus mengambil langkah kecil yang pada akhirnya akan membantu kita mencapai tujuan yang lebih besar. Misalnya, jika sobat RK ingin membiasakan makan makanan yang lebih sehat, mulailah untuk mengganti beberapa junk food favoritmu dengan makanan yang lebih bernutrisi.

5. Hindari pengulangan kegagalan masa lalu
Strategi lain untuk menjaga resolusi tahun baru adalah dengan tidak membuat resolusi yang sama persis di tiap tahun, karena jika pernah mencoba dan gagal, hal ini dapat berpengaruh pada kepercayaan diri mereka. Jika sobat RK memilih untuk tetap meraih tujuan yang sama dengan yang pernah sobat RK coba sebelumnya, luangkan waktu untuk mengevaluasi hasil sebelumnya. Startegi mana yang paling efektif? Mana yang paling tidak efektif? Apa yang menghambat sobat RK menjaga resolusi dalam beberapa tahun terakhir? Dengan mengubah pendekatan, sobat RK akan lebih cenderung melihat hasil nyata berikutnya.

6. Ingat bahwa perubahan butuh proses

Kebiasaan tidak sehat yang mungkin sobat RK coba ubah butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang, jadi tidak mungkin rasanya kalo kita berharap untuk mengubahnya hanya dalam hitungan hari, minggu, atau bulan. Mungkin butuh waktu lebih lama daripada yang kita harapkan untuk mencapai tujuan, tetapi ingat bahwa tujuan ini bukan perlombaan untuk mencapai tujuan. Setelah kita membuat komitmen untuk mengubah perilaku, itu adalah sesuatu yang akan terus kita kerjakan selama sisa hidup kita.

7. Cari dukungan dari teman dan keluarga
Mungkin kita pernah mendengar nasihat berkali-kali, namun percayalah bahwa itu karena buddy system berfungsi. Mempunyai support system yang solid dapat membantumu untuk tetap termotivasi. Jelaskan tujuanmu pada teman terdekat atau keluarga dan minta bantuan mereka untuk mencapainya.
8. Perbarui motivasimu
Selama hari-hari pertama menjalankan resolusi tahun baru, kita mungkin akan merasa percaya diri dan termotivasi untk mencapai tujuan kita. Karena kita belum benar-benar menghadapi ketidaknyamanan atau godaan yang terkait dengan mengubah perilaku kita, membuat perubahan ini mungkin tampak terlalu mudah. Setelah berhadapan dengan kenyataan menyeret diri kita ke gym pada pukul 6 pagi atau menggertakkan gigi karena sakit kepala akibat penarikan nikotin, motivasi kita untuk menjaga resolusi tahun baru mungkin akan mulai berkurang. Ketika kita menghadapi saat-saat seperti itu, ingatkan diri kita mengapa kita melakukan ini. Apa yang harus kita dapatkan dengan mencapai tujuan tersebut? Temukan sumber inspirasi yang akan
membuat kita terus berjalan ketika masa-masa sulit.

9. Terus bekerja pada tujuanmu
Pada bulan Februari, banyak orang telah kehilangan percikan motivasi awal yang mereka rasakan setelah membuat resolusi tahun baru mereka. Biarkan inspirasi itu tetap hidup dengan terus bekerja pada tujuan, bahkan setelah menghadapi kemunduran. Jika pendekatan kita saat ini tidak berhasil, evaluasi ulang strategi sebelumnya dan kembangkan rencana baru. Dengan bertahan dan bekerja pada tujuan kita sepanjang tahun, kita bisa menjadi salah satu dari sedikit yang bisa mengatakan bahwa kita benar-benar menjaga resolusi tahun baru.

10. Jangan biarkan hambatan kecil menurunkan semangatmu
Menghadapi kemunduran adalah salah satu alasan paling umum mengapa orang menyerah pada resolusi tahun baru mereka. Jika sobat RK tiba-tiba kembali melakukan kebiasaan buruk, jangan menganggapnya sebagai kegagalan. Jalan menuju tujuan kita tidak lurus, dan akan selalu ada tantangan. Sebaliknya, melihat kekambuhan sebagai kesempatan belajar. Jika kita membuat jurnal resolusi, tulis informasi penting tentang kapan kekambuhan terjadi dan apa yang mungkin memicu itu. Dengan memahami tantangan yang sobat RK hadapi maka akan lebih siap untuk menghadapinya di masa depan.

References
Cherry, K. (2019, August 9). 10 Great Tips for Keeping Your Resolutions This Year. Retrieved from
verywellmind: https://www.verywellmind.com/how-to-keep-your-new-years-resolutions-
2795719
John M. Grohol, P. (2018, July 8). The Psychology of New Year's Resolutions. Retrieved from
PsychCentral: https://psychcentral.com/blog/the-psychology-of-new-years-resolutions/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s