Jika Anak Mengalami Bullying, Ini Yang Bisa Orangtua Lakukan…

Ditulis Oleh: Fadila Nisa Ulhasanah, M. Psi., Psikolog

Saat ini sudah marak kasus bullying pada anak dan mereka terlalu muda untuk mengerti mengapa hal tersebut terjadi. Sejumlah peneliti sudah mempelajari bullying selama bertahun-tahun dan menemukan beberapa jenis bully.
Nah ini dia 6 jenis bullying yang kerap ditemukan di sekolah (Very Well Family) dan harus diketahui orang tua:
1. Bullying Fisik, merupakan bentuk intimidasi paling jelas. Contohnya: menendang, memukul, menampar, mendorong, dan serangn fisik lainnya.
2. Bullying Verbal, menggunakan kata-kata pernyataan dan memanggil nama denngan cara yang kurang pantas untuk mengintimidasi korban. Tujuannya untuk meremehkan,
merendahkan, dan melukai orang lain.
3. Agresi Relasional, merupakan tipe yang berbahaya dan jarang diperhatikan oleh guru dan orang tua. Agresi relasional erat dengan tindakan memanipulasi, untuk menyakiti teman dengan menyabotase status sosialnya. Contoh: mengasingkan orang lain dari kelompoknya, menyebarkan isu, memanipulasi situasi, dan merusak kepercayaan. Tujuannya, meningkatkan kedudukan sosial mereka sendiri dengan mengintimidasi orang lain.
4. Penindasan Sekual, terdiri dari tindakan berulang, berbahaya, dan memalukan yang
menargetkan seseorang secara seksual. Contohnya: pemanggilan nama berbau seksual,
komentar kasar terkait seksual, gerakan vulgar, sentuhan, proposisi seksual, dan materi
pornografi.
5. Cyberbullying, melecehkan, mengancam, mempermalukan, atau menargetkan orang lain melalui penggunaan internet, smartphone, atay teknologi lainnya.
6. Bullying Prasangka, dapat mencakup semua jenis penindasan lain, termasuk penindasan di dunia maya, verbal, relasional, fisik, sampai seksual, ketika intimidasi terjadi, anak menargetkan orang lain yang berbeda dari mereka dan memilihnya.
Pada masa anak sampai remaja, penerimaan lingkungan atau teman sebaya menjadi hal yang sangat penting dan mempengaruhi pembentukan self esteem. Anak yang mengalami bullying punya kecenderungan memiliki self esteem rendah sehingga membuat penilaian yang salah dan negatif mengenai dirinya. Penilaian yang dibentuk dapat berupa “Saya tidak cukup baik”, “Saya tidak berharga”, “Saya selalu salah”, “Saya tidak diterima”, dll. Pengalaman dan penilaian tersebut akan tertanam dalam memori mereka. Penilaian ini pun dapan mempengaruhi pembentukan identitas anak kelak.
Sebagai orang tua, kita harus tetap berada dekat mereka dan mendampinginya. Jika tidak, terkadang akan sulit untuk menemukan hal yang berubah dalam hidup anak kita.

Adapun tanda sesuatu yang keliru pada anak:
– Perilaku anak tiba-tiba berubah (misal, hilang minat terhadap hal yang disukai).
– Anak mulai menarik dirri dari lingkungan sosial

– Anak mulai menampakkan hasil belajar yang kurang baik di sekolah, yang diakibatkan mereka kurang mampu berkonsentrasi terhadap tugas dan proses belajar.
– Anak mengalami mood swing (perasaan yang mudah berubah)

Apa yang harus dilakukan orang tua saat mendapati tanda tersebut?
Saat terjadi bullying, kita sebagai orang tua sering melakukan defens dan kadang ikut berperilaku kekanank-kanakan seperti berkata “Nanti ibu kasih pelajaran ke temen kamu” atau “Ga boleh ada orang yang menyakiti kamu”. Sebenarnya hal ini merupakan reaksi natural, namun hal tersebut tidak membantu anak kita.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anaknya, yaitu:
– Pertama dan merupakan respon paling penting yaitu segeralah berbicara dengan anakmu dari hati ke hati dalam kondisi tenang.
– Jangan berlebihan dan berusahalah untuk menyembunyikan emosi dari anakmu.
– Katakan: “Ibu/Ayah tahu kamu terlihat sedih, apa ada sesuatu yang terjadi?”
Cara anak merespon, tergantung pada seperti apa hubungan yang terbentuk antara orang tua- anak. Apakah terbuka dan sering membahas mengenai perasaan dan hal-hal lainnya? Apakah jarang membicarakan sesuatu yang personal? Yang terpenting adalah anak akan memahami dan mengerti dalam momen tersebut.
– Beri penguatan terhadap anak, bahwa mereka mampu melewati hal tersebut.
– Biarkan anak tahu bahwa orang tua ada dan ingin membantu mereka.
– Hubungi guru kelas untuk mengerti situasi mereka di sekolah.
– Jika diharuskan bertindak lebih lanjut, dan memang jelas bahwa anak kita mendapat bullying dari teman kelasnya, jangan ditunda dan lakukan.
– Jujur dan biarkan anak tahu apa yang akan dilakukan orang tuanya. Jika kita menutupi dan bertindak di belakang, mungkin akan membuat anak akan lebih tertutup dan kurang berani lagi mengungkapkan sesuatu pada orang tuanya.
– Jika orang tua merasa bersalah terhadap situasi tersebut, hal ini akan memperkuat perasaan negatif anak. Berusahalah untuk bertindak objektif dan simpan frustasimu sendiri untuk didiskusikan dengan pasangan.
– Libatkan orang tua, guru, teman kelas, karena situasi tersebut hanya bisa diselesaikan saat semua terlibat untuk mengubah perilaku.

 

Sumber:
Coopersmith, S. (1967). The Antecedent Of Self Esteem. San Fransisco : Freman Press
https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-danish-way/201912/is-your-child-being-bullied-heres-what-you-
can-do
https://www.haibunda.com/parenting/20190420171638-61-38740/6-jenis-bullying-pada-anak-yangperlu-orang-
tua-tahu/3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s