Mengisi Baterai Jiwamu

Ditulis Oleh: Myrna Anissaniwaty, M. Psi., Psikolog

Hari kesehatan mental sedunia yang diperingati pada tanggal 10 Oktober 2019 lalu mengusung tema pencegahan bunuh diri. Kesadaran atas kesehatan mental ini pun mulai meningkat terlebih setelah muncul pemberitaan−pemberitaan mengenai meninggalnya beberapa idol korea, co−pilot wings air, satpam OJK karena bunuh diri atau mengenai kasus ibu yang membunuh anak kembarnya.

Kesadaran ini kemudian menggerakkan banyak pihak mulai dari pemerintah, sebagai contoh di Jawa Barat yang membuka layanan Crisis Center di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) provinsi Jabar Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan hotline service di nomor 022-27012 119. Layanan ini merupakan respon terhadap adanya persoalan masalah kejiwaan yang terjadi pada masyarakat. Misalnya kebutuhan cepat tanggap terhadap
penderita dengan risiko bunuh diri, yang sangat diperlukan agar penderita dapat dicegah dari tindakan bunuh diri dan segera mendapat pendampingan secara intensif (Pikiran Rakyat, 2019).

Selain pemerintah, masyarakat pun mulai menyadari pentingnya kesehatan mental dengan membuat kampanye di media sosial mereka yang menyuarakan pandangan mereka tentang pencegahan bunuh diri. Muncul tagar LetsTalk untuk mengajak siapa pun yang merasa membutuhkan teman bicara mengenai segala hal yang mengganggu perasaannya, video dokumenter “Kamu Juga Manusia”, “40SecondsOfAction”, ”PejuangKesehatanMental”, dll.

Salah satu gerakan yang menarik perhatian saya adalah cara unik dari musisi Kunto Aji dengan meluncurkan klip musik “Pilu Membiru Experience”. Ia menampilkan pendengar setianya di klip tersebut untuk berbagi cerita atau pemaknaan mereka terhadap lagu Pilu Membiru dan Kunto Aji menyanyikan lagu tersebut langsung di hadapan pendengarnya. Kebayang pengalamannya akan terasa bermakna sekali, campur aduk antara masih sedih mengingat lagi ingatan yang ga menyenangkan, terus bahagia ketemu idolanya merasa bersyukur juga mendapatkan kesempatan seperti ini.

Saya pribadi merinding melihatnya…(disamping karena saya juga kebetulan ngefans dari jaman beliau masih jadi finalis Indonesian Idol haha). Apa yang Kunto Aji lakukan udah cukup bisa memberikan dampak terapeutik buat fansnya tersebut. Ya, semua orang sebenarnya bisa melakukan hal yang sama. Bahkan diri sendiri pun
bisa. Malah akan lebih efektif lho… Salah satu caranya dengan mengecek kondisi jiwa kita dan mengisi daya atau “baterai”nya agar bisa kembali berfungsi.

Beberapa penelitian psikologi membuktikan bahwa penurunan percobaan bunuh diri bisa dilakukan ketika individu tersebut menyadari kondisi emosi yang dialami, mulai menerima kondisi tersebut dan menggali apa yang ia butuhkan untuk memudahkan ia merasa lebih nyaman dengan kondisinya tersebut.

Reza Gunawan, seorang praktisi kesehatan holistic mengenalkan konsep Geming, Hening, Bening untuk membantu individu melakukan Self Healing. Program “Geming, Hening, dan Bening” adalah sebuah undangan untuk berhenti dan meniti ke dalam diri. Sebuah kesempatan bagi hati untuk bisa rileks sepenuhnya, hingga kita semua kembali mampu merasakan spektrum perasaan dan emosi seluas mungkin—dari mulai tangis hingga tawa, murka hingga haru. Tanpa perlu takut dirusak olehnya.

Kita belajar hanya mengamati dan merasakan (Reza Gunawan, 2009). Reza juga mengusulkan 2 strategi praktis dalam menghadapi kondisi yang tidak menyenangkan pada individu yaitu:
1. Bernapas dengan sadar.
Berhentilah sejenak, dengan penuh perhatian, hiruplah napas dan rasakan penuh ke dalam diri.  Setelah itu, dengan penuh perhatian, embuskan dengan lepas.  Rasakan pikiran, perasaan, dan tubuh Anda.  Apakah menjadi lebih nyaman, lapang, dan tenang?  Lakukan lagi beberapa kali tanpa berupaya menjadi positif.  Bernapas saja dengan sadar, penuh perhatian.

Cara kerja teknik ini sangat sederhana: ketika Anda bernapas dengan sadar dan sengaja, otomatis Anda memperlambat bahkan terkadang menghentikan celoteh pikiran yang biasanya begitu deras dan memenuhi kesadaran Anda.  Ketika pikiran mulai melambat dan rileks, perhatian Anda mulai lebih mengarah pada realitas di sini-kini, bukan pada masa lalu (kenangan, rasa sesal, trauma), dan bukan juga pada masa depan (kekuatiran, ketakutan dan antisipasi). Bernapas dengan sadar, jika dilakukan secara
teratur, terutama di saat-saat sibuk penuh ketergesaan, akan membantu kita untuk mengembalikan kesadaran yang jernih.

2. Izinkan diri Anda memiliki rasa dan pikiran apapun
Biarkan dan izinkan diri untuk berpikir negatif ketika sedang mengalami pikiran negatif.  Biarkan dan izinkan diri untuk berpikir positif ketika sedang mengalami pikiran positif.  Ini artinya Anda memberikan izin untuk hidup secara alamiah, apa adanya.  Toh kita sudah mengerti, bahwa baik positif atau negatif, pikiran tersebut tidak mungkin awet selamanya, dan pada waktunya pasti akan berubah juga.

Ada sebuah prinsip yang yang begitu sederhana namun begitu signifikan tentang segala urusan hati. Saya menyebutnya sebagai Prinsip Paradoks Rasa & Pikiran, yaitu: “Apa pun pikiran dan rasa yang kita tolak, maka dia pun justru semakin awet”, dan “Apa pun pikiran dan rasa yang kita izinkan, justru dia akan semakin cepat tuntas.”

Stres memang bagian alami dari hidup.  Kalau kita mau memahaminya secara lebih jernih, kita bisa bergerak menuju mengizinkan hidup mengalir alami, apa adanya. Tentunya kita masih boleh melakukan upaya mengatasi masalah pada aspek yang memang di bawah kendali kita, namun diikuti dengan kesadaran untuk melepaskan aspek yang memang bukan di bawah kendali kita.  Dengan memahami ini,
kita lebih mampu hidup selaras dengan alam.

Lalu bagaimana jika orang terdekat kita yang sedang mengalami kondisi tidak mengenakkan, bahkan hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri? Apa yang harus kita lakukan? Terkadang banyak yang mengungkapkan bingung ketika berhadapan dengan individu yang memiliki pemikiran ingin bunuh diri.

Beberapa cara berikut bisa menjadi pilihan anda dalam menghadapi orang terdekat yang sedang berada di kondisi tidak mengenakkan, yaitu:

1. Dekati
Coba dekati dan tanyakan. Bertanyalah mengenai pemikiran bunuh diri atau pemikiran yang menganggu, masalah apa yang sedang dihadapi dan pertanyaan lain yang tidak membuat mereka tersudut.

2. Dengarkan
Berikan waktu mereka untuk berbicara, menumpahkan isi hati atau pemikirannya. Berikan ruang bagi mereka untuk merasa didengar. Berusahalah untuk tidak menilai berat ringannya masalah yang mereka hadapi apalagi membandingkan dengan permasalahan orang lain. Pada dasarnya mereka betul−betul ingin dimengerti.\

3. Berikan rasa aman
Di kondisi tidak mengenakkan, mereka sebenarnya butuh ditemani, usahakan kita bisa hadir dan menemani. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. Beberapa individu memang tidak bisa langsung mengungkapkan permasalahan atau pemikiran yang sedang dihadapi, maka cukuplah kita hadir secara fisik dan emosional agar mereka merasa aman.

4. Jangan menantang
Banyak kejadian bunuh diri saat ini karena mereka ditantang untuk melakukannya. Kadang kala karena penilaian kita terhadap orang lain atau ketika menilai permasalahan yang mereka hadapi sepele seringkali kita menantang mereka karena kita tau mereka tidak berani melakukannya. Hal tersebut justru membuat mereka merasa tersudut dan menilai mungkin pemikiran mereka atau keinginan bunuh
diri adalah hal yang tepat bagi mereka.

5. Cari bantuan professional
Kita sebagai individu pun memiliki batasan. Ketika kita merasa tidak mampu menghadapi mereka, ajak lah mereka untuk mendapatkan bantuan professional yang sesuai.

Kondisi tidak mengenakkan, pemikiran negatif, trauma, lingkungan yang tidak nyaman pasti ada, sering kita temui dan mungkin akan selalu mengganggu. Namun, perlahan kita bisa menyadari dan menerimanya menjadi suatu hal yang netral. Bisa menjadi hal yang buruk, bisa juga nanti justru menjadi hal yang menyenangkan, tenanglah.. seperti lirik lagu Rehat dari Kunto Aji..

Yang dicari, hilang
Yang dikejar, lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu

Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan takkan terjadi

Selamat diam sejenak hai pejuang kesehatan mental
Selamat mengisi “baterai” jiwamu

Sumber:
http://www.rezagunawan.com/2009/01/geming-hening-bening/#more-108
http://www.rezagunawan.com/2009/04/stres-jangan-berusaha-jadi-positif/#more-211

Video Kampanye Mental Health Promotion and suicide prevention Jabar Bergerak

Album Mantra Mantra Kunto Aji
Pilu Membiru Experience https://www.youtube.com/watch?v=1JskEYFuUpA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s