5 Cara untuk Mengatasi Pikiran Negatif

Ditulis Oleh: Rajab Cipta Lestari, S. Psi

Pikiran negatif dalam diri kita bisa menjadi sangat kuat dan sangat cepat dapat berpengaruh pada diri kita. Tetapi pikiran negatif juga bisa kita “atur”. Mengatur pikiran ini berasal dari para filsuf Stoa, Seneca dan Marcus Aurelius. Mereka memiliki cara dari ribuan tahun yang lalu, sebelum perhatian kontemporer, seperti yang kita praktikkan di
Barat. Filsuf kontemporer yang membawa hal ini adalah Dr. Bill Irvine, serta guru mindfulness Dr. Sam Harris.

40dcd88e59c49a6f7a69d4bc846171fa

Jadi terdapat cara cepat untuk mengurangi pikiran negatif yang ada dalam diri kita, dan dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Hal ini biasa isebut dengan hedonis : terbiasa dengan kesenangan baru, mencari sumber kebahagiaan, kenyamanan. Namun hal tersebut membuat kita selalu merasa tidak puas, bahkan setelah hidup kita terasa lebih baik. Misalnya kita terbiasa dengan kemewahan, seperti jaringan internet yang cepat, GPS, barang mewah. Ketika hal yang biasa kita dapatkan atau lakukan, ini menjadi seuatu yang biasa bagi kita. Sehingga kita mencari hal lain untuk mengatasi pikiran negatif tersebut, hal ini lah yang membuat hidup terasa tidak pernah puas dengan kondisi kita sekarang.

Untungnya, kita dapat mengubah adaptasi hedonis dan secara harfiah menurunkan cara pandanghedonis kita untuk menghubungkan pikiran kita untuk lebih banyak memikirkan kebahagiaan.

Inilah lima caranya :
1. Visualisasi negatif adalah ketika dengan sengaja membayangkan betapa buruknya
hidup jika tidak memiliki apa-apa Ini bisa membayangkan seperti memiliki mobil, teman, kesehatan, panca indera yang utuh, dll. Ini juga termasuk membayangkan semua hal yang bisa salah, tetapi belum terjadi. Ini akan menjadi tidak menyenangkan dan sulit , tetapi kita akan melihat nilainya setelah melakukannya, sama seperti menyikat gigi sebelum tidur, atau akan berolahraga bahkan ketika sedang dalam keadaan lesu. Hack mental yang tampaknya mendasar dan mudah ini secara langsung menurunkan cara pandang hedon (sehingga akan lebih mudah lebih bahagia) dan mendukung terhadap adaptasi hedonis tragis yang ada di mana-mana di masyarakat kita.

Jadi, pertimbangkan beberapa hal, seperti bayangkan kecelakaan mobil , atau gempa bumi , atau terdiagnosa kanker. Juga, pertimbangkan bagaimana rasanya kehilangan beberapa hal yang sangat berharga bagi kita , seperti pekerjaan , rumah, komputer, pasangan, kesehatan, dan kehilangan yang dimiliki saat ini. Pemikiran ini yang akan mematahkan pola yang sudah dibangun dan membuat kita terus menerus untuk selalu tidak puas, bukannya bersyukur atas apa yang sudah dimiliki.

2. Hal buruk akan terjadi; tidak bisa dihindari.
Cara yang dapat dilakukan yakni seperti membayangkan kejadian buruk baru-baru ini dialami oleh orang lain. Ini membantu kita menjauhkan dari perasaan-perasaan buruk yang sedang kita alami, dan belajar lebih memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Jika seorang teman dekat mengalami musibah, apa yang akan kita katakan kepadanya? Bagaimana perasaan kita tentang apa yang terjadi padanya? Pada kenyataannya, perspektif menyaksikan ini dapat menumbuhkan perasaan belas kasih dan kesejahteraan untuk semua. Ini juga mirip dengan framing video-game, di mana kita dapat membayangkan hal yang terjadi seperti ketika sedang berada dalam video game, dan ini adalah ujian ketahanan dan kekuatan.

3. Menjadikan pengalaman sebagai sebuah cerita
Ketika musibah menimpa, yang pasti terjadi, bukan merenung dan meratapi kemalangan, kita dapat meningatnya kembali dengan hati-hati seperti dalam jurnal atau rekaman (tertulis atau dengan video). Hal ini dapat menjadi cerita yang menarik untuk dibagi dengan orang lain. Manusia memiliki ketertarikan yang unik terhadap cerita. Beberapa buku dan film berasal dari kisah yang dialami seseorang melalui cerita.

4. Nikmati momen terindah Anda.
Kita bisa menyimpan senyuman di dalam pikiran hanya dengan mengingat saat-saat paling bahagia dalam hidup, atau orang-orang yang kita cintai. Ini hanya butuh waktu beberapa menit, dan dapat menjadikan sebagai salah satu meditasi terbaik dalam hidup. Pilih momen tertentu yang menggembirakan dan bayangkan secara visual, kemudian coba resapi apa yang di dengar dan rasakan juga untuk melibatkan kelima indera untuk memperdalamnya dan menikmati kegembiraan. Atau juga bisa membayangkan senyum orang yang kita cintai dalam pikiran kita, yang menjadikan kita dapat tersenyum bahagia selalu.

5. Mewujudkan frame "terakhir kali".
Hal yang dapat kita yakini adalah "terakhir kali" kita dapat melakukan segalanya. Dengan mengingat hal ini, bahkan tugas-tugas yang paling tidak menyenangkan dan biasa saja, seperti membersihkan kamar mandi , terjebak dalam kemacetan lalu lintas, atau membuang sampah dapat menjadi hal yang berharga. Perlahan dan nikmati, setidaknya nikmati hal kecil. Yang benar adalah bahwa hidup dapat dilihat sebagai sebuah anugerah, atau kita dapat menemukan cara-cara lain untuk menjadi lebih baik. Perbedaannya adalah mempelajari kebiasaan baru dan mudah untuk menurunkan titik hedonis dan rasa ketidakpuasan.

Cara mana kah yang paling sobat RK sukai?

 

Sumber : Jason N. Linder, LMFT, EMDR-Certified
Mindfulness Insights (www.psychologytoday.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s