Empati?

Ditulis Oleh: Clorinda Vinska Sella Suharto, M. Psi., Psikolog

Bagaimana yaa menumbuhkan perilaku empati?

Ayah dan Bunda, empati itu tidak datang secara alami, dan empati itu
membutuhkan latihan. Yuk kita kenali cara menumbuhkan perilaku
empati pada remaja terutama di rentang usia 12 hingga 18 tahun .
1. Give Them Opportunity
Di usia remaja, teman atau mempunyai kelompok bermain (peer group) adalah segalanya. Remaja akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan teman-temannya dibandingkan dengan keluarga dan orang tua nya. Dalam hal ini, diharapkan
orang tua bisa memberikan otonomi yang sesuai dengan kebutuhan remaja, maka kualitas hubungan remaja dengan orang tua akan minim konflik. Hal ini tentunya membuat remaja lebih terbuka kepada orang tua, dan orang tua bisa lebih mudah
memberikan pengarahan kepada remajanya.

2. Walk The Talk
Cara belajar yang paling baik melalui pengalaman dan contoh. Memahami apa yang dirasakan oleh orang lain dan dapat berespon sesuai situasi, maka orang tua perlu mencontohkan kemampuan ini terlebih dahulu kepada remajanya. Berempati terhadap permasalahan terkait pertemanan, sekolah, dan isu-isu sosial lainnya serta dapat berespon sesuai dengan kebutuhan emosional anak.

3. The Understated Affection of Father
Ayah yang supportive, yang dapat memberikan perasaan tenang ketika bercerita mengenai kekhawatiran yang dirasakan remaja dapat membentuk remaja laki-laki lebih baik dalam memahami sudut pandang orang lain. Jangan lupa untuk menghindari
respon-respon yang meremehkan atau menuntut. Misalnya, ketika remaja laki-laki sedang bercerita tentang kekhawatirannya atau pun masalah emosional lainnya dan
mengatakan “laki-laki tidak boleh cengeng” atau “anak laki-laki tidak boleh lembek”.

4. Ask Children to Think of Others
Kemampuan seseorang untuk memahami sudut pandang orang lain (perspective taking) masih terus berkembang hingga usia 21 (Shellenbarger, 2015). Anak yang sering berdiskusi dengan orang tua tentang kondisi dan situasi orang lain dapat membantu
anak menjadi lebih mampu berempati. Diksusi yang dilakukan bisa mengenai kejadian yang terjadi di dekat anak, misalnya ketika anak bercerita ada salah satu temannya yang hari ini di sekolah diledek oleh teman-temannya karena mengenakan seragam yang salah. “Nak.. apa yang kamu rasakan kalau kamu berada di posisi teman mu itu?”, lalu “apa yang kamu lakukan kepada teman mu itu?”.

5. Model Empathy
Untuk meningkatkan rasa kepedulian anak terhadap orang lain dan lingkungan sosial, libatkan anak dalam aktivitas-aktivitas sosial seperti kerja bakti kebersihan di sekitar perumahan, memberikan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu,
atau membantu korban bencana alam. Kelima hal ini merupakan landasan yang sangat penting dalam membangun sikap empati. Tak lupa pemberian unconditional love
dari orang tua terhadap remaja menjadi kunci yang sangat penting yang berfungsi menjaga kualitas hubungan yang harmonis.

Selamat mencoba ya Ayah dan Bunda..

Sumber :
https://www.psychologytoday.com/us/blog/human-
kind/201909/why-teaching-your-child-empathy-builds-their-social-
skills
https://www.psychologytoday.com/us/basics/empathy
https://www.psychologytoday.com/us/basics/parenting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s