Kapan sih Proses Awal Anakku Bisa Mengontrol Dirinya?

Ditulis Oleh: Nida Nabila Sodikin, S. Psi

self control

 

Siapa yang tidak happy memiliki buah hati yang dapat memilih mana yang ia butuhkan dan tidak? Wah pasti senang sekali ya, bunda. Tapi, di sisi lain dengan zaman yang serba modern ini, tidak menutup kemungkinan banyak lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku anak kita. Jadi, bagaimana ya caranya untuk membentengi perilaku anak kita dari hal-hal diluar norma sosial? Bagaimana ya caranya agar anak kita tahu mana yang benar-benar ia butuhkan dan mana yang tidak ia butuhkan?

Ya! Salah satunya adalah kita harus mengajarkan self control atau kontrol diri pada anak kita. Nah sebelum beranjak mengenal kontrol diri kita harus tau dulu nih karakter anak kita sesuai dengan perkembangannya.

Seperti yang kita tahu ya bun anak itu sebenarnya memiliki banyak sekali keinginan dan cenderung sulit mengerem keinginannya tersebut loh. Apalagi saat anak kita menginjak
usia 2 tahun. Wah bunda dan ayah harus melipatgandakan kesabarannya dan kadang merasa bingung “kok anakku sulit sekali diatur ya?ko saat diajak ke toko ia selalu memaksa ingin mengambil sesuatu ya?” wajar ga sih kalau anak kita seperti itu?jawabannya adalah sangat wajar. Setiap anak pasti memiliki kadar keinginan dan tingkat egois yang berbeda-beda. Kita sebagai orang tua harus mengenali terlebih
dahulu karakteristik anak kita. Apakah anak kita bisa diarahkan saja ataukah harus mendapatkan treatment lain? Apa keinginan anak kita dan bagaimana mensiasati keinginan tersebut agar lebih terarah.

Betul jika anak usia 2 tahun itu sangat wajar jika ia terlihat lebih egois , terlihat lebih sulit diatur, dan terlihat sulit menuruti apa yang dikatakan orang tuanya. Itu adalah proses perkembangan anak kita bunda. Berarti anak kita memiliki keinginan dan dapat membedakan dirinya serta orang lain. Maka dari itu, Freud mengatakan bahwa pada usia ini kenyamanan anak berpindah dari oral ke anal. Atau dari kenyamanan mulut ke anal. Pada usia 2-3 tahun tahun, anak sendang berproses untuk memindahkan kenyamanannya dan akan merasa bahwa dirinya adalah orang yang berbeda dengan
ayah bunda. “aku adalah aku, aku berbeda dengan bunda, aku berbeda dengan ayah, aku punya keinginan sendiri” seperti itulah kira-kira yang ada dipikiran seorang anak di usia 2 tahun. Pada masa ini anak sudah menyadari kemauan mereka, bila anak terlalu banyak dibatasi atau dihukum terlalu keras, mereka cenderung takut untuk melakukan sesuatu dan tidak percaya diri.

Sadar ga sih bun, kalau anak usia 2 tahun itu waktunya di sapih dan belajar toilet training? Tapi buat apa sih proses itu?

Jawabannya adalah karena pada masa ini anak sudah mulai belajar untuk menahan keinginannya dan menempatkan keinginannya pada tempat yang seharusnya. Anak belajar menahan tidak meneruskan kenyamanannya untuk mimi pada bunda dan keluar dari comfort zone di perkembangan usia sebelumnya(Oral). Kadang, anak masih suka ingin mimi pada bunda padahal sudah waktunya disapih. Nah, bundanya harus konsisten ya untuk tidak memberikan mimi pada anak. Jadi, sebelum anak disapih bunda nya harus ‘tega’ dan siap dulu ya bund demi kontrol diri anak yang baik. Selain itu, ajarkan anak untuk toilet training. Sebetulnya, pada fase ini anak diajarkan untuk menahan sesuatu dan mengeluarkan keinginan tersebut pada tempat yang seharusnya. Anak belajar untuk mengontrol dirinya meski rasanya tidak nyaman. Ajarkan anak sedikit-sedikit untuk pergi ke toilet ketika perutnya sudah tidak enak atau merasa ingin buang air kecil, kenalkan perasaan itu pada anak. Serta lepas popoknya sedikit-sedikit dan ganti dengan celana dalam yang lucu-lucu agar anak tertarik untuk mengganti popoknya dengan celana dalam. Tak apa, awalnya anak merasa basah ketika mengompol. Anak belajar bahwa mengompol di depan umum itu rasanya tidak nyaman dan anak akan belajar jika dirinya ingin nyaman maka ia harus menahan rasa ingin buang air nya dan harus pergi ke toilet.

Lalu, apa hubungannya dengan self control atau kontrol diri ya? Kontrol diri adalah bagaimana kita bisa menahan sesuatu atau menunda sesuatu hal yang tidak pada tempatnya atau tidak bertentangan dengan norma sosial. Pada masa usia 2 tahun itu, adalah masa emas dimana anak belajar untuk menahan diri dari hal-hal yang tidak sesuai norma melalui proses perkembangannya. Anak keluar dari comfort zone dan mencoba menahan apa yang ia rasakan meski itu tidak nyaman baginya. Jika anak
sudah merasa tidak nyaman, ia akan mencari cara bagaimana caranya agar dirinya kembali nyaman tapi harus sesuai dengan norma sosial. itulah yang diajarkan oleh proses sapih dan toilet training.

Proses tersebut mengajarkan anak untuk menahan sesuatu yang kadang hal tersebut membuat anak tidak nyaman, saat mencari cara bagaimana untuk menyamankan kembali dirinya, disini anak belajar untuk mencari cara agar perasaannya kembali nyaman dan tugas orang tua adalah mengarahkan perilakunya agar sesuai dengan normal (dalam proses toilet training anak diajar ke toilet agar perasaannya kembali nyaman). Jadi , pada masa ini ajarkan anak untuk dapat menahan kepuasan anal nya dengan baik ya bun. Kalau bunda mengajarkannya terlalu tegas, nanti anak akan takut dan cenderung tidak mau mengeluarkan apa yang ia rasakan. Sebaliknya, jika bunda membiarkan anak tanpa toilet training akan membuat anak bebas melampiaskan tegangan pada anak dengan mengeluarkan kotoran ditempat dan waktu yang tidak tepat, yang di masa mendatang muncul sebagai sifat sulit diatur, jorok, semaunya sendiri dan kurang bisa menahan diri.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s