Menjadi Bahagia Dimulai dari Diri Sendiri

Ditulis Oleh: Tsana Ulfah Ullaya, S. Psi

happiness

Kebahagiaan merupakan suatu hal yang sangat diinginkan oleh setiap insan manusia.
Kebahagiaan sering didefinisikan sebagai keadaan sejahtera dan kepuasan. Beberapa psikolog berpendapat bahwa kebahagiaan melibatkan memaksimalkan emosi yang menyenangkan dan meminimalkan emosi yang tidak menyenangkan.

Mencari kebahagiaan bukanlah suatu hal yang egois. Ketika kita berbahagia dan puas, kita dapat bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita dan masyarakat pada umumnya. Kebahagiaan dapat kita capai dari mana saja. Seperti cinta, kebahagiaan merupakan sesuatu yang lebih mungkin kita kembangkan di dalam diri kita. Suatu studi menunjukkan bahwa orang yang paling bahagia adalah yang dapat mencari makna dari setiap hal yang justru tidak menyenangkan atau tidak memuaskan. Hidup tidak terjadi di masa depan, tetapi terjadi saat ini. Ini bukan berarti kita harus meninggalkan semua tujuan dan hanya menerima apa pun yang terjadi saat ini. Menciptakan visi yang menginspirasi tentang apa yang sedang kita jalani dalam kehidupan menjadi penting bagi keseluruhan tujuan kita.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa pribadi kita saat ini juga dipengaruhi oleh kontribusi
lingkungan dan orang-orang yang ada di sekeliling kita. Ada banyak pengaruh dari lingkungan awal yang kita internalisasi, ulangi atau adaptasi. Kita terus tumbuh dan akhirnya memiliki pandangan tertentu terhadap diri sendiri. Kita akan mulai memiliki pikiran jahat atau “suara hati kritis” yang memberi tahu bahwa kita lebih rendah atau tidak berharga. Sudah waktunya kita menerima diri kita apa adanya, baik dan buruk dalam diri kita. Mempraktekkan mindfulness, atau menerima diri sendiri, membantu kita untuk dapat mengubah cara kita berpikir dan merasakan, sehingga seiring berjalannya waktu menjadi lebih mudah untuk membawa pikiran positif dan  meningkatkan kesejahteraan.

Jika kita berada dalam suatu situasi kebahagiaan bersyarat, misalnya “Saya dapat bahagia jika ini tercapai”, berhenti sejenak dan pertimbangkanlah bahwa mungkin saja kita bisa bahagia sekarang. Setelah itu dengan segala cara yang positif, tetap bekerja untuk mencapai tujuan dengan mengenali, menerima, dan menikmati siapa kita saat ini.

Bagaimana caranya agar kita bisa menciptakan kebahagiaan dalam kondisi apa pun? Ada beberapa prinsip kesehatan mental tertentu yang dapat diadopsi oleh kita semua untuk menemukan rasa sukacita dan kepuasan sendiri dengan lebih baik. Di antaranya adalah:

1. Bersyukur

Kita memang tidak dapat secara selektif menghilangkan rasa sakit, dan juga mematikan diri kita sendiri demi kegembiraan. Kita harus rela merasakan kesedihan, kemarahan, dan ketakutan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Namun, kita pun harus dapat mengingat tentang hal baik apa yang kita rasakan dan kita dapatkan saat ini.
Kita juga dapat meminta keluarga atau teman untuk dapat memberi tahu hal baik apa
yang ada pada diri kita dan hidup kita, yang mungkin saja tidak kita sadari. Luangkan
waktu untuk memperhatikan segala hal yang baik. Bersyukur atas apa yang kita miliki
merupakan strategi yang terbukti dapat meningkatkan kepuasan hidup.

2. Melihat kebahagiaan dari dalam diri

Fokus melihat kebahagiaan dari luar diri (mis. melihat pakaian baru, makan di
restoran bersama teman) nampaknya cara yang paling jelas dalam mencapai kebahagiaan dan kepuasan. Tetapi, kebahagiaan yang diperoleh dari rangsang eksternal tersebut hanya dapat bertahan untuk sementara waktu. Untuk dapat merasakan kebahagiaan terlepas dari situasi apapun, semua dimulai dari kesadaran. Menyadari akan segala sisi positif dan negatif dari kehidupan sedang kita jalani. Dari sadar, kemudian menuju pada penerimaan, serta tindakan. Bisa saja saat ini kita sadar bahwa kita sedang berada dalam situasi yang sulit, ada semacam keraguan dan  ketidakmampuan yang menyelimuti, dan itu tidak wajar. Kita dapat duduk beberapa
menit untuk menghayati emosi negatif yang tengah dirasakan, dan melihat apa
penyebabnya. Kemudian kita dapat memilih respon kita, bertanya pada diri sendiri apa
yang dapat kita lakukan saat ini untuk dapat mengingatkan diri tentang hal yang positif.

3. Menyadari kekuatan pribadi

Kita seringkali merasa diri kita tidak cukup pintar, sukses, menarik, dan lain sebagainya. Apalagi dengan munculnya media sosial, atau melihat di televisi mengenai kehidupan selebritas atau bahkan teman kita sendiri yang memperlihatkan kehidupan yang sangat menyenangkan membuat kita mudah menemukan kekurangan dalam diri kita. Setiap orang tentunya ingin membagikan momen membahagiaan yang tengah mereka jalani, khususnya di media sosial. Mereka akan memperlihatkan sudut terbaik dalam hidup mereka. Tetapi apakah mereka juga memiliki masalah atau kesulitan dalam diri mereka sendiri? Tentu saja, tetapi mereka tidak memperlihatkannya. Jangan fokus pada kebahagiaan orang lain. Kita harus kembali melihat diri kita sendiri. Hal positif dan menyenangkan apa saja yang ada dan kita miliki dalam hidup kita saat ini. Ketika kita
mengakui kekuatan kita, kita akan memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat dan dapat
lebih baik menangani segala kesulitan yang datang.

4. Tidak datang dari hanya mengisi hari dengan hal-hal yang menyenangkan

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang paling bahagia adalah mereka
yang dapat mencari makna dari hal yang bertentangan dengan kesenangan semata.
Mencari kesenangan dan kepuasan instan tidaklah berhasil karena semua ini hanya
memberikan kebahagiaan jangka pendek, dan tidak berhasil dalam memenuhi
kebahagiaan yang lebih dalam. Ketika menjalani kehidupan yang memiliki makna khusus bagi hidup kita, kita akan merasa lebih puas dan gembira.

5. Mau berkembang

Manusia paling hidup adalah saat mereka dapat berkembang dan mencoba hal-hal
baru. Mempertahankan minat kita pada pilihan-pilihan baru dan terus bergerak maju,
menjadi semakin baik.

currency of happiness

“Kebanyakan orang dapat berbahagia dengan keputusan mereka.” – Abraham Lincoln
"Jangan bertanya pada diri sendiri apa yang dibutuhkan dunia. Tanyakan pada diri sendiri apa yang membuat Anda menjadi hidup dan kemudian lakukan itu. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang-orang yang menjadi hidup.”- Howard Thurman –

Sumber:
Firestone, Lisa, Ph.D. How to Find Your Happiness, Differentiation, Happiness, Self
Development. https://www.psychalive.org/how-to-find-your-happiness/ (diakses pada
tanggal 30 Agustus 2019)

Sarah, Fraser. Be Happy Now! 3 Tips to be Happy with What You’ve Got.

https://www.psychalive.org/be-happy-now-tips-to-be-happy/

Schwartz, Shalom H, et al. (2017). The Secret to Happiness: Feeling Good or Feeling Right?.

Click to access xge-xge0000303.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s