Stimulasi Motorik Anak di 6 Tahun Pertama

Ditulis Oleh: Rajab Cipta Lestari, S. Psi

Hallo bunda, apakah ada bunda-bunda yang masih memiliki anak dibawah usia 5 tahun? Tahukah Bunda menurut Depkes RI (2006), menyatakan bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Pada tahun 2010 di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo di Surabaya, dijumpai 133 kasus pada anak dan remaja dengan gangguan perkembangan motorik kasar maupun halus.

Perkembangan motorik anak dilihat dari kemampuan gerak motorik kasar seperti
melompat, berlari, bersepeda, dan memanjat serta gerak motorik halus yang melibatkan jari jemari seperti menggambar, melipat, dan menggunting. Dari hasil penelitian terlihat bahwa umur anak adalah faktor paling dominan yang mempengaruhi perkembangan motorik anak. Menurut Craig (1986) dan Berk (2002), anak yang berusia di bawah tiga tahun lebih sering menderita sakit dan lebih beresiko terkena infeksi sehingga kemungkinan mengganggu pertumbuhan badan dan kemampuan gerak motorik kasar maupun halusnya. Namun seiring dengan meningkatnya usia anak maka status kesehatan semakin baik dan anak lebih lincah serta mampu melakukan gerak motorik dengan lebih baik pula.

Pengasuhan stimulasi psikososial yang diberikan ibu kepada anak di rumah ternyata tetap memberikan pengaruh positif pada perkembangan fisik dan motorik anak. Sarana dan prasarana di kelompok bermain juga berpengaruh positif pada seluruh aspek perkembangan anak (motorik, kognitif, sosial emosi, dan moral/karakter), yang menunjukkan pentingnya peranan sarana bagi sebuah kelompok bermain.

Di bawah ini ada beberapa contoh alat permainan balita dan perkembangan yang
distimulasi, diantaranya adalah:
0 – 12 bulan:
– Melatih refleks-refleks (untuk anak berumur 1 bulan), misalnya mengisap, menggenggam.
– Melatih kerja sama mata dengan tangan
– Melatih kerja sama mata dengan telinga
– Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan
– Melatih mengenal sumber asal suara

– Melatih kepekaan perabaan
– Melatih keterampilan dengan gerakan berulang-ulang

Alat permainan yang dianjurkan:
– Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang
– Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka
– Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang
– Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara
– Alat permainan berupa selimut dan boneka
– Giring-giring

12 bulan – 24 bulan:
– Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara
– Memperkenalkan sumber suara
– Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik
– Melatih imajinasinya
– Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik

Alat permainan yang dianjurkan:
– Genderang, bola denga giring-giring didalamnya
– Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik
– Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga (cangkir, piring, sendok, botol plastik, ember dll.), balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas-kertas untuk dicoret, krayon/pensil warna.

25 bulan – 36 bulan:
– Menyalurkan emosi/perasaan anak
– Mengembangkan ketrampilan berbahasa
– Melatih motorik halus dan kasar
– Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal dan membedakan warna)
– Melatih kerja sama mata dan tangan
– Melatih daya imajinasi
– Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda

Alat permainan yang dianjurkan:
– Lilin yang dapat dibentuk

– Alat-alat untuk menggambar
– Puzzle sederhana
– Manik-manik ukuran besar
– Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna berbeda
– Bola

36 bulan – 6 tahun:
– Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan
– Mengembangkan kemampuan berbahasa
– Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi
– Merangsang daya imajinasi dengan berbagai cara bermain pura-pura (sandiwara)
– Membedakan benda dengan perabaan
– Menumbuhkan sportivitas
– Mengembangkan kepercayaan diri
– Mengembang kreativitas
– Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari dll)

Semangat menstimulasi di rumah ya, bunda-bunda!

 

Daftar pustaka :
Di, I. B. U., & Kemayoran, K. (n.d.). No Title, 106–122.
Kania, N. (2006). UNTUK Oleh : dr . Nia Kania , SpA ., MKes, 1–10.
Pengaruhnya, D. A. N., Perkembangan, P., Emosi, S., Moral, D. A. N., & Anak, K. (2009).
STIMULASI PSIKOSOSIAL PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN, 2(1), 41–56.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s