Membantu Meningkatkan Minat Baca pada Anak

Ditulis Oleh: Meilinda Herawan, S.Psi

Tahun ajaran baru sudah berlangsung sekitar 2-3 mingguan, biasanya minggu-minggu di
awal masuk digunakan untuk masa orientasi atau perkenalan dengan teman-teman baru atau lingkungan baru. Antusias anak untuk memasuki lingkungan baru masih cukup tinggi. Mulai dari mempersiapkan segala peralatan sekolah, kesiapan untuk datang lebih pagi, dll.

Memasuki minggu setelah masa orientasi, mulailah masuk pada materi pelajaran
dimana mulai terlihat kebiasaan anak dalam belajar. Tidak jarang orang tua mulai mengeluhkan anak-anaknya yang tidak mau membuka buku, baik itu buku pelajaran atau buku bacaan lainnya. “anak saya tuh sebenarnya pintar, tapi ga pernah buka buku” keluh salah satu ibu dari siswa yang baru saja memasuki tingkat SMP. Pastinya orang tua di rumah akan merasa khawatir kalau-kalau anaknya akan ketinggalan informasi atau kalah bersaing dengan anak lainnya jika tidak pernah membaca.

Banyak penelitian mencatat, membaca adalah kunci keberhasilan akademis dan tiga
perempat orang tua memilihnya sebagai keterampilan paling penting untuk dikembangkan anak. Dua penelitian terbaru melaporkan (Scholastic’s “Kids and Family Reading Report dan National Endowment for the Arts’ “To Read or Not To Read”) seharusnya para pendidik dan orang tua merasa ngeri. Persentase anak-anak yang suka membaca sangat memprihatinkan. Hanya satu dari empat anak membaca untuk kesenangan setiap hari dan 22 persen jarang membaca. Terjadi penurunan membaca mulai usia delapan tahun, terus menurun dan tidak pernah meningkat lagi. Kurang dari sepertiga anak usia tiga belas tahun yang suka membaca setiap hari. Persentase anak usia tujuh belas tahun yang tidak senang membaca sudah dua kali lipat dalam dua puluh tahun.

Mengapa anak-anak tidak senang membaca? Alasan utama mereka adalah “Terlalu sibuk” “Tidak ada waktu” atau “Terlalu lelah”. Krisis membaca ini nyata dan orang tua menyadari masalah: 82 persen orang tua menginginkan anak-anak mereka lebih banyak membaca sebagai kesenangan, tetapi tidak tahu caranya membuat anak ketagihan membaca.

Berikut cara untuk membantu meningkatkan minat membaca pada anak:

  1. Sediakan waktu membaca. Tentukan beberapa menit sehari. Hapus satu acara TV atau kegiatan dari jadwal anak, paling sedikit tiga puluh menit seminggu. Sediakan waktu sepuluh menit setiap malam untuk menciptakan rutinitas membaca bagi semua.
  2. Ciptakan rumah yang kaya bahan bacaan. Penelitian menunjukkan semakin banyak buku yang anda miliki di rumah, semakin besar kesempatan anak menjadi pembaca. Berlangganan majalah untuk anak. Usahakan bahan bacaan selalu tersedia.
  3. Mendaftar menjadi anggota perpustakaan nasional atau anggota perpustakaan di
    sekolah. Anak-anak praremaja mengakui mereka takut anak-anak yang popular tidak akan menyukai mereka jika mereka membaca. Jadi bantu mereka melawan tekanan anak sebayanya dan membaca bersama.
  4. Menjadi kritikus film. Baca buku dan tonton filmnya. Laskar Pelangi, 5 cm, atau Harry Potter adalah sedikit contoh. Anak-anak senang menjadi kritikus film dan
    memperdebatkan buku atau filmnya yang lebih bagus.
  5. Jangan berhenti membacakan. Penelitian mengatakan penurunan pertama minat baca pada anak terjadi sekitar usia delapan. Itu juga usia saat kebanyakan orang tua berhenti membacakan cerita untuk anak-anaknya. Cari buku (anak yang memilih) dan bacakan—atau bergiliran membaca paragrafnya.
  6. Menjadi contoh. Penelitian membuktikan anak-anak yang melihat orang tuanya
    membaca lebih mungkin suka membaca. Biarkan anak-anak anda tahu anda
    menghargai membaca dan mereka harus melihat anda sering membaca.
  7. Mencari bantuan. Minta nasihat ahli, cek ke dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah penglihatan, bicarakan dengan guru untuk memastikan ketidaktertarikan anak terhadap membaca bukan karena masalah ketidakmampuan belajar. Lakukan evaluasi pada anak dan berikan bantuan yang seharusnya.

J.K. Rowling membuktikan anak-anak suka membaca jika anda berikan buku yang tepat. Hampir tiga dari empat anak usia sebelas sampai tiga belas tahun sudah membaca paling sedikit satu buku seri Harry Potter karya Rowling. Ternyata orang tua dan anak-anak membaca buku seri tersebut bersama-sama. Semakin banyak anak membaca, mereka semakin nyaman dengan bahan-bahan bacaan dan akan menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Jadi, lebih banyak membaca ya..!

Source :
Borba, Michele. The Big Book of Parenting Solutions 101 Jawaban Sekaligus Solusi bagi Kebingungan dan
Kekhawatiran Orang Tua dalam Menghadapi Permasalahan Anak Sehari-hari. Jakarta, PT Elex Media
Komputindo. 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s