Mengatasi Rasa Cemburu Kakak pada Adik Bayi

Ditulis Oleh: Nida Nabila Sodikin, S.Psi

Hai bunda, alangkah bahagianya jika kita ke hadiran new baby atau adik bayi dari Kakak. Malaikat-malaikat kecil yang akan meramaikan seisi rumah dengan celotehannya, tertawannya bahkan tangisannya. Namun,tak jarang kakak terutama yang masih balita jadi makin rewel setelah punya adik. Ia semakin sering tantrum di tempat umum atau selalu ingin menempel dengan Bunda. Padahal Bunda berharap si kakak bisa lebih mandiri karena sudah punya adik. Bahkan perilaku balita setelah punya adik bisa membuat Anda geleng-geleng kepala. Seringkali, bunda merasa bingung kok kakak menjadi cari perhatian sekali ya semenjak hadirnya adik?kok kakak menjadi sulit bermain dengan orang lain selain bundanya?kok kakak sekarang cengeng?

Yang pasti, Bunda dan ayah harus bekerja sama dengan baik dan melatih kesabaran ya Bund. Rewel adalah bentuk ekspresi dari balita yang cemburu atas perhatian dan kasih sayang yang Bunda berikan untuk adiknya. Jika dulu semua perhatian Bunda dan ayahnya tertuju padanya, kini ia harus berbagi. Anak sedang mencoba belajar berbagi loh Bund.

Nah kalau seperti itu, bagaimana kita sebagai orang tua harus menghadapinya? Berikut tips menghadapi kakak yang cemburu kepada adik bayi :

  1. Membangun ikatan antara kakak dengan adik

Biarkan Kakak Menggendong adik sebentar, tentunya dengan bantuan Bunda. Pakar mengatakan bahwa kepala bayi memiliki feromon yang membuat orang jatuh cinta saat menghirup feromon tersebut dan merasa protektif terhadap bayi. Semakin lama kakak menggendong dan memeluk bayi, semakin kuat hubungan mereka nantinya.

2. Saat Kakak masih Bayi
Sulit untuk kakak membagi perhatiannya kepada adik apalagi jika kakak masih balita. Hal tersebut menjadi hal yang wajar jika kakak merasa sedih, kecewa dan merasa tidak diperhatikan. Jelaskan kepada kakak bahwa kakak dulu pernah sekecil adik. Adik bayi belum bisa melakukan hal hebat seperti kakak. Adik bayi masih harus ditolong untuk makan, minum dan kegiatan lainnya. Dan selalu katakan bahwa kasih sayang Bunda dan Ayah tidak berkurang kepada Kakak.

3. Sertakan Kakak pada aktivitas merawat adik
Sertakan Si Kakak saat merawat adik. Misal, Mintalah bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya bahwa kakak sudah membantu adik kecil dan Bunda. Ucapkan kata “sayang” kepada kakak agar kakak tau bahwa Bunda akan selalu sayang kepada kakak meski sudah ada adik.

4. Jangan meminta anak bersikap sebagai ‘anak gede’ karena belum waktunya
Seringkali orangtua menganggap bahwa dengan lahirnya adik, si kakak otomatis harus bersikap seperti anak yang sudah besar meski usianya masih balita. Ini kesalahan yang harus diperbaiki.
Bila anak masih suka bangun tengah malam dan ingin dipeluk ibunya, jangan ragu untuk memberikannya. Bila Bunda tidak bisa melakukan hal tersebut karena sedang menyusui, biarkan Ayah yang menenangkan si anak hingga ia kembali tertidur. Bila dia mulai merengek dan meminta perhatian lebih, itu wajar, karena sedikit banyak ia merasa tersaingi dengan kehadiran si bayi. Oleh sebab itu, biarkan dia menjadi ‘bayi’ sekali lagi tanpa perlu merasa malu atau rasa bersalah. Berikan ia perhatian lebih dan kasih sayang yang banyak.

5. Beri perhatian lebih pada perasaan si kakak baru
Anak kecil biasanya belum paham dengan apa yang ia rasakan, tugas Anda sebagai orangtua untuk mengungkapkannya lewat kata-kata. Karena dengan begitu akan membantunya mengendalikan perasaan, setelah ia mengetahui nama emosi yang ia rasakan. Dibandingkan harus mengungkapkannya lewat perilaku yang mungkin bisa berdampak negatif.
Dorong ia untuk membangun ikatan emosional dengan si bayi, dengan tetap membiarkan perasaan negatif yang ia miliki untuk muncul. Contohnya dengan mengatakan, “Ibu tahu berat bagi kakak untuk melihat ibu terus-terusan sibuk dengan dedek bayi saat kakak membutuhkan ibu.”

6. Ijinkan anak untuk merasa sedih
Anak yang lebih tua pastinya akan bersedih karena mereka kehilangan waktu ekslusif bersama orangtua setelah bayi lahir, perhatian penuh dari orangtua dan waktu yang banyak dengan ayah bundanya. Bila dia mulai rewel dan merengek, peluk dia dan bersimpatilah dengan perasaannya.
Biarkan ia menangis di pelukan Anda sebanyak yang ia mau. Kemudian bantu dia menemukan cara untuk merasa lebih baik. Lalu buat ia menyadari bahwa meski ia tidak lagi memiliki perhatian penuh dari orangtuanya, ia punya sesuatu yang lebih baik. Yakni seorang ibu yang lebih mengerti dan bersimpatik padanya. Ibu yang menerima ia apa adanya, mengerti kebutuhan dia, dan membantunya untuk merasa lebih baik. Tak peduli apapun.

Jadi bunda dan ayah, adalah hal yang wajar jika kakak menjadi seakan rewel dan mencari perhatian kepadamu. Itu adalah bentuk rasa cemburunya terhadap adik tetapi diekspresikan dengan perilaku yang sesuai dengan usianya. Jangankan kakak, mungkin kita pun akan merasa cemburu juga jika kita merasa perhatian kita terbagi, kan? Pahamilah perasaan kakak, ajak kakak beraktivitas bersama dengan adik, ajak kakak bermain dengan adik bersama-sama. Hindari membandingkan kakak dan adik bayi. Hal tersebut malah akan menjadikan kakak semakin kecewa dan cemburu kepada adik bayi.

Semangat ya Bunda dan Ayah, Kesabaran adalah kunci dari kesukesan menangani rasa cemburu kakak ke adik bayi (

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s