Mengenal Lebih Jauh Tentang Depresi.

Ditulis Oleh: Fadila Nisa Ul Hasanah, M.Psi., Psikolog

Apa itu Depresi?

depresi

Depresi sebelumnya dianggap sebagai suatu jenis neurastenia yang termasuk dalam kategori gangguan jiwa ringan. Penderita depresi memiliki suasana hati yang buruk secara berkepanjangan, kehilangan minat terhadap segala hal, dan merasa kekurangan energi. Suasana hati mereka sangat buruk sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Menurut kriteria diagnostik American Psychiatric Association (APA), seseorang dikatakan memiliki gangguan depresi bila mengalami 5 atau lebih gejala depresi fisik atau psikologis selama lebih dari 2 minggu secara berturut-turut, termasuk suasana hati yang buruk dan rasa kekurangan energi. dan terus-menerus dibombardir oleh pikiran negatif dan kehidupan sehari-hari terpengaruh secara signifikan.

Bagaimana Gejala Depresi?
– Gangguan somatis/fisik:
– Sakit kepala
– Insomnia/ hipersomnia
– Merasa lemah secara umum
– Mual
– Sesak napas
– Masalah pencernaan
– Kelelahan dan kekurangan energi
– Sering mimpi dan merasa seperti Anda tidak tidur sepanjang malam
– Rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan

Gejala afeksi/emosional:
– Lekas marah
– Merasa gugup
– Suasana hati yang buruk dan kurang motivasi
– Hilangnya ketertarikan pada suatu hal
– Pikiran tentang pengalaman yang tidak menyenangkan secara berulang-ulang
– Perasaan tidak berharga, rendah diri, dan merasa bersalah
– Kesulitan berkonsentrasi
– Merasa putus asa
– Ingin mati atau bunuh diri
– Menyakiti diri sendiri

Gangguan motivasi:
– Berkurang/bertambah nafsu makan
– Hilang minat terhadap hal-hal yang disukai
– Menurunnya aktivitas
– Menutup bahkan menarik diri dari lingkungan sosial

Apa penyebab Depresi?
1. Faktor Biokimia: Ketakseimbangan hormon atau kimia di otak mempengaruhi suasana hati dan dapat menyebabkan depresi.

2. Genetic, di mana ada sejarah depresi dalam keluarga seseorang.

3. Penyakit, infeksi, alkohol atau obat-obatan lain juga dapat menyebabkan depresi.

4. Tekanan lingkungan: Masalah di rumah, tempat kerja, tempat belajar, atau pertemanan dapat menyebabkan periode konflik, stres atau ketegangan yang panjang dan berat.

5. Kehilangan, atau perpisahan dengan sosok terdekat (misal orang tua, istri, anak, pacar, sahabat)

6. Trauma akan bencana, tindak kekerasan, pelecehan seksual juga dapat menyebabkan depresi.

7. Faktor Individu:
Menurut Beck, salah satu faktor penyebab depresi adalah proses berfikir, seseorang yang depresi memiliki pemikiran menyimpang dalam bentuk interpretasi negatif. Seseorang depresi akan mengembangkan skema diri negatif, skema yang salah dapat membuat seseorang yang depresi mengharapkan kegagalan sepanjang waktu, skema yang menyalahkan diri sendiri membebani seseorang dengan tanggung jawab atas semua ketidakberuntungan dan skema yang mengevaluasi diri sendiri secara negatif terus-menerus dan mengingatkan seseorang tentang ketidakberartian dirinya.

Dysfunctional belief merupakah factor dalam diri yang membuat seseorang mudah terluka. Belief ini terbentuk dari pola asuh orang tua dan interaksi individu dengan lingkungan yang cenderung negatif. Saat terjadi hal yang signifikan (stress), belief ini mempengaruhi individu yang mudah menjadi depresi untuk menilai pengalaman dalam jalan yang negatif dan terganggu. Penilaian negatif (negative cognitive triad) ini mengarahkan individu memandang negatif dirinya, dunianya, dan masa depannya. Pikran negatif ini, dipandang sebagai gejala depresi, menimbulkan masalah lain dari gangguan depresi, yaitu ganguan somatis/fisik, motivasi, dan afeksi/emosional (Beck, 1991). Dengan adanya negative cognitive triad tersebut, membuat penderita depresi mengalami kondisi kehilangan harapan (hopeless) sehingga perilaku yang ditampilkan di lingkungan dapat dikatakan tidak adaptif.

Penanganan depresi
1. Relaksasi; buat hati dan tubuh menjadi lebih rileks dengan melatih pernafasan
2. Hobi; baca buku bisa menjadi salah satu cara penyembuhan juga loh. Bibliotherapy, merupakan proses penyembuhan dengan menggunakan media utama buku sebagai bahan bacaan subjek yang diterapi.
3. Curhat; bicarakan masalah dengan orang terdekat. Terkadang terlalu menyimpan masalah sendiri itu dapat sangat membebani, sehingga tidak ada salahnya untuk melepaskan sedikit beban yang ada.
4. Menyalurkan emosi negatif melalui kegiatan positif; saat seseorang mengalami masalah, banyak energy negatif yang berkecamuk di dalam diri. Energ negatif ini jika tidak diregulasi maka akan berdampak negatif pada diri. Oleh karenanya, salurkan energi negatif tersebut melalui hal-hal positif seperti: melukis, bermusik, hiking, jogging, dan olahraga lainnya.
5. Berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan; dengan mendekatkan diri pada Tuhan dapat memunculkan ketenangan dan harapan baru mengenai kehidupan.
6. Konsultasi dengan ahli;
– Psikolog (biasanya dilakukan sesi konseling dan dapat juga memberikan beberapa terapi yang menunjang kesembuhan seperti Cognitive Behavior Therapy, Forgiveness Therapy, Mindfullness Therapy, dll) dan
– Psikiater (memberikan obat seperti antidepresan untuk menekan gejala-gejala depresi agar tidak muncul kembali).

Bagaimana cara orang sekitar untuk membantu penderita depresi?
– Tawarkan dukungan, pemahaman, kesabaran, dan dorongan.
– Dorong mereka untuk mengungkapkan perasaan dan masalah mereka
– Dorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
– Mintalah nasihat tenaga medis profesional begitu Anda memperhatikan keanehan pada perilaku mereka.

 

Sumber:
Beck, A.T (1991). Cognitive Therapy; 30 Years Retrospective. Pennsylvania: Department of Psychiatry of Pennsylvania School of Medicine.
https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/id-id/Home/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s