Anak Akan Mengembangkan Self-Soothing Dengan Sendirinya. Benarkah?

Ditulis Oleh: Mischa Indah Mariska, M.Psi., Psikolog

Kita cukup sering mendengar bahwa bayi akan belajar untuk menenangkan diri (self-soothe) dengan sendirinya jika ia dibiarkan saat menangis. Benarkah?

Pada kenyataannya bayi yang berada dalam kondisi distress, tidak nyaman, dan gelisah namun tidak mendapatkan sambutan dari caregivernya justru secara fisik akan meningkatkan detak jantung, tekanan darah, mengurangi level oksigen, melonjaknya hormon kortisol (hormon yang diproduksi tubuh saat menghadapi stress atau bahaya), adrenalin, dan hormon-hormon stress lainnya.

Bayi yang dibiarkan menangis memang pada akhirnya akan tertidur dengan sendirinya, dan ini seperti menjadi sinyal bagi orangtua bahwa akhirnya anak berhasil menenangkan dirinya. Teknik “Cry It Out.” ini pun dianggap berhasil diterapkan karena malam-malam berikutnya anak nampak lebih tenang bahkan di siang harinya. Tapi sekali lagi kondisi tersebut bukanlah keberhasilan anak menenangkan dirinya sendiri, melainkan ia kelelahan dan justru gagal mengembangkan koneksi dengan dunianya karena merasa kebutuhannya tidak akan pernah terpenuhi. Jika terus berkelanjutan maka bisa mengakibatkan penumpukan beban yang tidak terselesaikan di dalam perkembangan emosinya.

Tidak hanya berpengaruh pada bayi. Membiarkan bayi menangis berlama-lama juga membuat orangtua secara perlahan mematikan rasa empati yang sebetulnya ada untuk anak. Empati orangtua tersebut padahal sangat membantu anak dalam mengembangkan inteligensi emosinya. Orangtua pun menjadi tidak terlatih untuk melihat dari perspektif anak dan ini yang mengakibatkan parenting menjadi terasa sulit.

Attachment adalah fondasi penting yang perlu dibangun dari semenjak anak lahir. Ketika anak berhasil membentuk secure attachment (attachment yang sehat) dengan orangtua atau cargivernya maka ia pun turut berhasil membangun kepercayaan terhadap dunia. Anak akan tumbuh menjadi individu yang mampu bereksplorasi dengan percaya diri, lebih mudah dalam mengembangkan emotional dan social skillnya di lingkungan, serta memiliki relasi yang sehat dengan orangtua dan keluarganya. Lalu dari manakah attachment ini berasal dan bagaimana cara membentuknya? Tentunya dari momen sederhana yang berpengaruh besar pada tumbuh kembang anak, yaitu segera merespon tangisannya ketika menangis saat ia bayi. Meskipun bayi masih saja terus menangis setelah digendong, ia tetap akan merasakan kehadiran dan sentuhan orangtuanya. Ini jelas tidak sama dengan ketika tangisannya diabaikan. Saat bayi menangis ia sedang melepaskan rasa sakit atau takutnya akibat dari terlalu banyaknya stimulus dari dunia yang baru ia jumpai ini.  Kehadiran orangtuanya meski tidak lekas menghentikan tangisannya namun tetap saja memberikan ruang untuk bayi melepaskan perasaannya, dan yang terpenting ia merasa diterima. Di samping itu dekapan orangtua pada bayi membuat tubuhnya otomatis merespon tangisan dengan membangun susunan syaraf yang akan berfungsi mengirimkan calming hormones.

 

Banyak orangtua merasa begitu kewalahan dalam menghadapi hari-hari pertama bahkan bulan-bulan awal kehidupan anaknya. Salah satunya adalah menghadapi situasi penuh tangisan yang seringkali tidak dapat dimengerti ini, karena satu-satunya bentuk komunikasi bayi hanyalah dengan menangis. Kabar baiknya untuk para orangtua, khususnya orangtua baru dengan bayi kecil di rumahnya, selama kita tetap berusaha mencari cara untuk menenangkan diri (agar bisa menghadapi anak dengan tenang), tetap pula menjadi safest place untuk sang bayi, dari situlah anak akan membangun kemampuan untuk self-soothing themselves. Chin up and smile, dear parents!

 

Sumber:

Markham, Dr. Laura. (2012). Peaceful Parents, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting. USA: Penguin Group.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s