Many ways to say “I Love You..”

Ditulis Oleh : Clorinda Vinska, S. Psi.

Miskomunikasi terjadi dengan mudah ketika Ayah dan Bunda tidak berbicara bahasa yang sama dengan sang buah hati. Konsep yang sama dapat diterapkan pada bahasa cinta. Ketika Ayah dan Bunda berbicara dengan sang buah hati dalam Bahasa cinta mereka, cinta anda didengar..

Bahasa cinta adalah sesuatu yang berbeda dari satu orang ke orang lain, dan merupakan cara orang lain memperlakukan Anda yang membuat Anda merasa paling istimewa dan dicintai. Ini juga cara Anda lebih suka menunjukan cinta. Komunikasi ini dapat verbal atau non-verbal (Gary Chapman & Ross Campbell, 1997).

Konsep lain adalah mengenai “tangki cinta”. Ketika Ayah dan Bunda berbicara dengan sang buah hati dalam bahasa cinta mereka, dan ketika Ayah Bunda memperlakukan mereka dengan cara yang membuat mereka merasa paling dicintai, Ayah dan Bunda mengisi “tangki cinta” emosional mereka..

Sebanyak mungkin Ayah dan Bunda menunjukkan cinta kepada sang buah hati, cinta ini tidak selelu diterjamahkan dengan baik jika Ayah dan Bunda tidak mencintai Anak anda dalam bahasa cinta mereka. Alih-alih merasa dicintai, mereka mungkin merasa diabaikan dan bahkan tidak dicintai. Gary Chapman percaya bahwa anak-anak tumbuh dengan banyak perjuangan jika mereka tidak merasakan cinta dari otang tua mereka di usia muda, dan ketika mereka menjadi remaja, mereka “pergi mencari cinta, dan biasanya di semua tempat yang salah”. Jadi penting untuk selalu bertujuan mengisi “tangki cinta” anak Anda.

Inilah 5 bahasa cinta yang didefinisikan oleh Gary Chapman:

1. Words of affirmation
Kata-kata bisa sangat kuat untuk anak-anak, dan mereka yakin akan cinta melalui kata-kata yang diucapkan oleh orang tuanya. Kata-kata berbentuk kasih sayang, pujian, dan yang memotivasi mereka. Ini akan membuat mereka merasa bahwa “My dad and my mom loves me..”.

2. Physical touch
Anak-anak yang disentuh dengan lembut, akan berkembang lebih baik secara emosional. Seorang anak baru merasa disayang oleh orang tua nya jika dipeluk. Bahkan dipeluk sambil di usap punggungnya atau cuma di tepuk-tepuk, bagi anak ia merasa bahwa orang tua ku menunjukan rasa sayangnya. Hal ini menunjukan bahwa tidak cukup dengan kata-kata saja, namun harus diperkuat dengan sentuhan.

3. Receiving gifts
Pada beberapa anak menerima suatu hadiah baru merasa dicintai. Apabila anak berprestasi, berikanlah hadiah yang special. Special occasion-nya, packaging-nya, dan special waktu kasihnya, sehingga akan berkesan bagi sang anak. Memang diutamakan dengan apa yang anak suka, oleh karena itu orang tua harus memahami dan tahu apa yang disukai anak pada saat itu, apa yang berharga buat anak kita pada saat itu, atau untuk anak-anak yang seumuran dengan anak kita.

4. Quality Time
Anak-anak yang Bahasa cintanya memaknai dengan nilai waktu yang berkualitas dan menginginkan perhatian penuh, dan senang berada di dekat orang tua nya. Ayah dan Bunda baiknya mengisi “tangki cinta” mereka dengan waktu Anda. Bukan hanya ada Ayah atau Bunda dan ada dia saja, karena hal itu tidaklah cukup. Sang anak membutuhkan orang tuanya berbicara dengan tulus dan bertatapan mata, mungkin diperkuat dengan sentuhan. Intinya seorang anak membutuhkan waktu bersama, dan berarti seluruh diri (badan & pikiran) kita berada bersama sang anak.

5. Act of helping
Anak-anak sangat senang apabila orang tua nya melakukan sesuatu untuk dirinya, hal ini menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dicintai. Bahasa cinta anak disini ketika anak merasa disayang kalau orang tua nya ikut membantu meringankan beban tanggung jawabnya, misalnya tugas sekolah. Tentunya Ayah dan Bunda tidak perlu sampai mengerjakan tugas sekolahnya, paling tidak Ayah dan Bunda care dia sedang mengerjakan apa, kesulitannya apa, dan Ayah Bunda bisa bantu kesulitannya tersebut. Tidak perlu terlalu “heboh” bantuannya, karena jika dibantu terlalu banyak tentunya anak menjadi kurang mandiri. Paling tidak kita sudah menunjukkan bahwa Ayah dan Bunda mempunyai “will” untuk menolong sang buah hati. Suatu saat nanti, sang anak akan menunjukkan suatu hal yang sama dengan kita.

Nah gimana sih ngenalin bahasa cinta anak kita?
Apakah Bahasa cinta orang tua dan anak sama?
Nah tentunya pasti seringkali berbeda..
Misalnya, si anak punya bahasa cinta physical touch tapi Bunda punya bahasa cinta words of affirmation, jadi sang Bunda hanya bicara saja dan merasa sudah cukup memberi segala –galanya sementara buat sang anak kalau belum di sentuh, kalau belum dipeluk, kalau belum dicium, belum nunjukin rasa sayang. Jadi bisa berbeda antara anak dengan orang tua. Sehingga, kita harus banyak mengenali bahasa cinta anak. Bisa saja kelima-limanya ada, tapi biasanya ada satu yang dominan.

Usahakan setiap untuk saling mengenal bahasa cinta anak, karena kalau sesuatu dinyatakan dengan cara yang kita suka tentunya akan menjadi meaningfull dan membangun trust, akibat akhirnya anak akan merasa secure dengan lingkungan dan akan bisa tumbuh menjadi anak yang sehat mental, kuat, dan juga bisa berprestasi. Rasa percaya dirinya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang insecure untuk dia. Hal ini pun tentunya berlaku untuk saling memahami bahasa cinta dengan pasangan, keluarga, sahabat, kerabat, dan siapapun.

Sumber :
Chapman, Gary. Campbell, Ross. 1997. The 5 love Languages of Children.
https://www.parent24.com/Family/Parenting/speaking-your-childs-love-language-20180830

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s