RAMADHAN UNTUK SI KECIL

Ditulis Oleh: Lindy Annisa, S.Psi

Bulan Ramadhan adalah waktu di mana orang tua dapat mengajar anak-anak mereka tentang berbagai perilaku positif seperti seperti kesabaran, menahan diri, membantu orang lain, kebersamaan, juga empati.

Berbagai rutinitas yang dijalani selama bulan Ramadan, seperti sahur, berpuasa, menyiapkan makanan untuk berbuka, salat berjamaah ke tempat ibadah, membantu orang lain, berbagi makanan, dan juga menghormati mereka yang tidak berpuasa adalah kesempatan yang baik untuk membantu si kecil menjadi hebat.
Si kecil akan belajar tentang disiplin dan keteraturan melalui rutinitas yang dilakukan. Ia juga akan belajar tentang empati dan kerukunan hidup beragama bersama orang-orang lain yang memiliki keyakinan dan kebiasaan yang berbeda dengan dirinya.

Umumnya anak-anak baru mulai bisa diajak berdikusi mengenai aktivitas ibadah saat memasuki usia 5 tahun. Bunda boleh mulai memperkenalkan dan memberikan pemahaman mengenai ibadah puasa, mengapa umat Muslim wajib menjalankannya, dan apa manfaatnya. Tentunya, gunakan bahasa yang mudah dan menarik untuk anak-anak.

Pada usia itu, anak sudah mulai bisa diajak menjalani puasa, tentunya tidak langsung seharian penuh ya Bunda. Biarkan anak berpuasa sekuatnya, umumnya setengah hari. Baru di Tahun berikutnya, Bunda boleh memintanya meningkatkan waktu berpuasa, hingga akhirnya anak tahan berpuasa seharian penuh.
Berikut tips menghadapi Ramadhan untuk si Kecil :

1. Membahas Ramadhan dari jauh hari

Dengan membahasnya dari jauh-jauh hari, akan muncul ketertarikan anak mengenai apa itu bulan Ramadhan dan apa saja aktivitas yang akan dilakukan. Sampaikan informasi tersebut dengan antusias agar anak merasa perlu untuk mencari tau banyak hal tentang Ramadhan.

2. Hidupkan suasana Ramadhan di rumah
Banyak rutinitas yang dilakukan di Bulan ramadhan, Bunda bisa memulainya dengan memberikan contoh nyata dengan menjalankan ibadah puasa. Dilanjutkan dengan mengajak anak bangun di waktu makan sahur, juga makan bersama saat berbuka puasa agar menghidupkan suasana Ramadhan di rumah Anda agar anak merasakan nuansa yang berbeda.

3. Berikan lingkungan kondusif pada anak selama berpuasa. Hindari bepergian ke tempat-tempat ramai dan menyajikan makanan seperti mall. Kurangi aktivitas si kecil untuk bermain dengan teman-teman yang tidak berpuasa dan pastikan ia tidak membuang banyak energi ketika bermain. Kelelahan bermain akan membuat anak cepat lapar dan haus hingga berpotensi membuat mereka merengek minta berbuka puasa.

3. Berikan pujian
Berapa lamapun kesanggupan si kecil menjalani puasa, Bunda jangan sungkan untuk memberikan pujian, pelukan, atau membahasnya kepada anggota keluarga lain. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dirinya dan membuat ia ingin kembali melakukan aktifitas puasa ini.
Cukupi kebutuhan nutrisi anak

Penting untuk memberikan makanan sahur dan berbuka puasa yang sehat dan bergizi agar anak kuat berpuasa dan tidak mengganggu kesehatannya. Siapkan menu sayuran dan buah-buahan setiap hari, juga pantau asupan air putihnya agar jangan sampai kurang. Minumlah cairan yang cukup setiap hari untuk menjaga hidrasi, terutama air. Air menjaga tubuh anak Anda terhidrasi dari fajar hingga waktu berbuka. Untuk menambah semangat, tanyakan menu makanan apa yang diinginkan anak untuk dimakan saat sahur dan berbuka puasa.

Sumber:

http://www.parent24.com

Home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s