Tetap Dekat Dengan Anak Meski Ibu Bekerja

Ditulis Oleh: Mischa Indah Mariska, M.Psi., Psikolog

 Masa liburan telah usai. Anak-anak sudah kembali bersekolah, begitu pun dengan orangtua yang sudah kembali ke rutinitas kerja. Kebanyakan orangtua khususnya para ibu bekerja mengalami kegelisahan dan keengganan untuk kembali kehilangan sebagian besar waktu bersama anak-anaknya. Ada semacam kekhawatiran muncul mengenai bagaimana agar ibu tetap bisa menjalankan seluruh perannya dengan porsi yang seimbang. Tuntutan sebagai ibu, istri, sekaligus pekerja tidak pernah dijalankan satu-satu tapi berjalan di waktu yang sama. Ketika ibu berada di kantor pikirannya berada di rumah mengingat anaknya, begitu pun ketika ibu berada di rumah bersama keluarga tak jarang pikiran mengenai pekerjaan di kantor juga muncul. Sudah tentu keluarga merupakan prioritas utama, lantas bagaimana ketika tuntutan pekerjaan pun menuntut partisipasi serta komitmen sang ibu sehingga mengakibatkan cukup banyak waktu lebih banyak tersita untuk pekerjaan dibandingkan dengan anak-anak dan suami di rumah?

workingmomsss

Bukan hal yang mudah untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga, namun seberapa baik bunda mampu mengatur dua aspek tersebut akan memberikan dampak yang signifikan terhadap relasi bunda dengan anak. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan bagi Bunda yang bekerja:

  1. Buang Rasa Bersalah

Mulailah dengan menstabilkan kondisi psikologis diri sendiri terlebih dahulu sebelum mulai berpikir tentang bagaimana menjaga kualitas hubungan dengan anak. Alih-alih terus menyayangkan kenapa Bunda tidak dapat bersama anak dan malah banyak berada di tempat kerja, ada baiknya fokus pada bagaimana kesempatan bekerja ini dapat memberikan banyak hal baik untuk keluarga khususnya anak. Tidak hanya benefit dari segi materi namun Bunda pun dapat menjadi role model yang positif bagi anak. Rasa bersalah yang terus menerus hanya akan membuat semua peran Bunda tidak terjalani dengan optimal.

  1. Tetapkan Waktu Khusus Bercengkerama

Meskipun sibuk, Bunda tetap harus bisa meluangkan waktu yang pasti dan konsisten untuk fokus berbicara dengan anak, misalnya sarapan bersama, makan malam bersama atau mengobrol saat menjelang waktu tidur anak. Dengarkan cerita-ceritanya, persepsi dan perasaannya terhadap berbagai kejadian yang ia alami, dan berikan umpan balik melalui cerita Bunda sendiri. Jangan lupa untuk selalu menyertakan percakapan ini dengan tatapan dan sentuhan sayang kepada anak.

  1. Gambar Peta Sederhana (Ilustrasi letak rumah dengan kantor Bunda)

Untuk anak yang lebih kecil buat ilustrasi sederhana yang menggambarkan lokasi rumah dengan tempat Bunda bekerja. Melalui gambaran ini anak akan mempersepsikan bahwa Bundanya tidak pergi jauh dari rumah dan dapat pulang dengan mudah.

  1. Buat Agenda Liburan

Liburan tidak harus pergi ke tempat wisata, menghabiskan waktu seharian bersama anak di rumah pun termasuk aktifitas yang bisa menjadi bermakna bagi anak, dengan syarat Bunda betul-betul meletakkan smartphone, terlibat dalam aktifitas anak dan mengikuti instruksi bermain darinya, serta responsif terhadap reaksi-reaksi emosi yang ditampilkannya.

  1. Telepon Anak di Waktu yang Sama Setiap Harinya

Anak akan selalu mengingat rutinitas menelepon atau ditelepon ini dan akan bersemangat menunggu waktu tersebut tiba. Bunda dan anak pasti saling tahu tentang cara masing-masing memeluk atau menunjukkan bentuk afeksi satu sama lain. Saat menelepon selain menanyakan kegiatan anak di rumah, ajak pula anak untuk sama-sama menutup mata dan membayangkan bahwa Bunda tengah memeluknya dan mencium keningnya. Tunggu selama beberapa saat agar baik Bunda maupun anak sama-sama menghayati gambaran tersebut dan betul-betul merasa sedang berpelukan.

  1. Sediakan Alat dan Bahan Prakarya Sebagai Hadiah untuk Bunda

Sebelum berangkat kerja berikan anak beberapa alat dan bahan prakarya sederhana. Minta padanya untuk membuat sesuatu dari alat dan bahan tersebut dan Bunda akan menantikan kejutan darinya sepulang kantor nanti sebagai bentuk hadiah untuk Bunda. Namun untuk menghindari ini sebagai tugas yang membebani anak, sampaikan kepadanya bahwa prakarya tersebut sebagai opsi apabila anak sedang kangen dengan Bunda maka anak bisa menyiapkan hadiah prakarya tersebut agar merasa dekat dengan Bunda.

Meskipun tidak semua ibu merasakan dan mengalami, namun terkadang, berada jauh beberapa saat dengan anak dapat memberikan efek positif baik bagi sang ibu maupun anak. Bagi Bunda, hal ini dapat memberi waktu untuk Bunda menetralkan pikiran dan perasaan dari tumpukan beban psikologis yang mungkin sebelumnya sempat menumpuk dan mengganggu kestabilan emosi akibat mengasuh anak dan juga melakukan peran lainnya di kehidupan berkeluarga. Begitupun dengan anak, jauh sementara dari figur ibu akan memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemandirian yang berdampak terhadap peningkatan self-esteem. Oleh karena itu setiap kali Bunda harus bekerja atau bahkan pergi dinas keluar kota beberapa hari, tetaplah tenangkan diri. Jadikan momen pertemuan kembali dengan anak sepulang kerja nanti menjadi momen yang membahagiakan  dan sekaligus meyakinkan anak bahwa meski tidak selalu dekat dan bersama tetapi segalanya akan baik-baik saja.

 

Sumber:

https://www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-is-contact-sport/201105/how-stay-connected-your-child-when-youre-away-home

https://www.parents.com/parenting/work/life-balance/10-ways-to-stay-connected-to-your-child-while-youre-working/

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s