BABY BLUES & POST PARTUM DEPRESSION

Oleh: Tsana Ulfah Ullaya, S.Psi

1109_FEA_Sad-Mom-Blue1-1024x658

Hallo Bunda,

Memiliki buah hati tentunya menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan dan dinantikan, bukan? Apalagi jika ini merupakan pengalaman pertama Bunda memiliki buah hati. Rasa senang, gembira, syukur mungkin saat ini tengah dirasakan oleh Bunda yang sedang menantikan calon buah hati atau yang sudah memiliki buah hati. Namun, banyak juga Bunda yang justru merasa khawatir, cemas, bahkan depresi. Kondisi tersebut dapat terjadi sejak masa kehamilan atau pun setelah melahirkan. Ketika sang buah hati lahir, kehidupan mungkin akan terasa berubah. Hal tersebut bisa dinikmati oleh sebagian Bunda, tetapi tidak untuk sebagian lainnya. Biasanya, orang akan menyebutnya dengan istilah Baby Blue. Lalu, apa itu Baby Blue?

Baby Blues

Baby Blues atau Post Partum Blues adalah suatu kondisi yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang cepat, merasa khawatir, cemas, mudah tersinggung, merasa tidak berdaya, menangis tanpa alasan yang jelas, dan memiliki masalah tidur. Hal ini merupakan perasaan dan respon normal. Biasanya, gejala-gejala tersebut akan membaik, bahkan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu, dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika suasana hati Bunda tak kunjung membaik setelah 2 minggu melahirkan, kemungkinan Bunda mengalami postpartum depression yang biasa disingkat dengan PPD atau bisa disebut depresi pasca melahirkan.

Postpartum depression

Postpartum depression (PPD) atau depresi pasca melahirkan adalah komplikasi kejiwaan yang paling umum dalam persalinan. Depresi dapat mempengaruhi suasana hati, perilaku, pikiran, dan fisik seseorang. Beberapa wanita mungkin mulai merasa tertekan dalam beberapa hari pertama setelah bayi lahir, bahkan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan kemudian. Seorang wanita yang mengalami postpartum depression dapat:

  • Merasa tertekan atau sangat sedih, hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari
  • Merasa jengkel atau marah
  • Merasa bersalah atau tidak berharga
  • Merasa putus asa dan kewalahan
  • Hilang minat pada hal-hal yang biasa ia nikmati
  • Tidur lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
  • Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
  • Menarik diri dari keluarga, teman dan kontak dengan orang lain
  • Menangis tanpa alasan yang jelas
  • Menjadi gelisah, atau memiliki sedikit energi
  • Sulit untuk berkonsentrasi atau mengambil keputusan
  • Memiliki sakit kepala atau sakit perut atau gejala fisik lainnya
  • Memiliki pikiran bahwa dia adalah ibu yang buruk
  • Memiliki pikiran menakutkan yang terus datang kembali tentang menyakiti dirinya atau bayinya

Jika tidak segera ditangani, PPD dapat berpotensi merugikan Bunda, buah hati, dan keluarga. PPD berkaitan dengan gangguan dalam interaksi ibu-bayi, serta menurunkan fungsi kognitif dan masalah perilaku pada anak-anak. Ibu yang mengalami depresi dapat meningkatkan risiko anak-anak mengembangkan masalah emosional termasuk kecemasan, disruptive disorders, dan depressive disorders.

Young woman suffering from postpartum depression

source: neuropsychiatrichospital.net

Bagaimana cara menangani Postpartum Depression?

  1. Psychotherapeutic, Psychosocial Interventions and Pharmacotherapy

Post Partum Depression dapat ditangani melalui bantuan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter. Intervensi psikososial seperti konseling terkait dengan memberikan edukasi mengenai kondisi depresi yang dialami. Kemudian perawatan psikologis lainnya yang dapat dilakukan di antaranya interpersonal therapy, cognitive behavioral therapy, dan psychodynamic therapy. Namun, jika depresi dirasa semakin parah dan perawatan psikologis tidak mampu menurunkan gejala, maka harus dirujuk kepada dokter yang dapat memberikan penanganan melalui pharmacotherapy.

 

 

  1. Partner & Family Support

Dukungan dari keluarga dan rekan salah satunya adalah dengan mendengarkan kekhawatiran yang Bunda rasakan, membantu dalam membuat keputusan serta menghibur Bunda. Bunda mungkin perlu berbagi tanggung jawab kepada Ayah atau anggota keluarga lain dalam mengurus pekerjaan rumah tangga sehari-hari atau urusan lainnya.

  1. Self Care

Self care atau perawatan diri adalah cara untuk membuat beberapa perubahan positif dalam hidup Bunda yang akan membantu mengurangi depresi, di antaranya:

  1. Nutrisi

Cobalah untuk mengkonsumsi makan-makanan bergizi setiap hari.

 

  1. Exercise

Olahraga secara teratur dapat mengurangi stres dan membuat Bunda merasa lebih baik. Jika tidak sempat, sedikit aktivitas fisik juga dapat membantu Bunda.

 

  1. Tidur & Istirahat

Tidur sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental Bunda. Usahakan untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.

 

  1. Time for your self

Luangkan waktu untuk merawat diri Bunda setiap hari nya, meskipun hanya beberapa menit saja.

 

  1. Support

Semua ibu baru membutuhkan dukungan dari yang orang lain. Jangan takut untuk meminta bantuan serta informasi. Hal ini termasuk dukungan praktis seperti pengasuhan anak, dukungan emosional seperti seseorang yang dapat mengingatkan Bunda tentang kekuatan dan dukungan informasi seperti mencari tahu tentang sumber daya di komunitas Anda.

 

 

Sumber:

Sharma, Verinder & Priya Sharma. (2012). Postpartum Depression: Diagnostic and Treatment Issues. Di ambil dari: https://www.jogc.com/article/S1701-2163(16)35240-9/pdf (5 Desember 2918)

BC Reproductive Mental Health Program. (2011). Baby Blues & Postpartum Depression. Diambil dari: http://www.postpartum.org/assets/pdfs/Att%201%20RMH%20Baby%20Blues%20&%20PPD%20Fact%20Sheet.pdf (5 Desember 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s