Memaksimalkan Minat dan Bakat Anak Usia Dini

Ditulis oleh: Myrna Anissaniwaty, M.Psi., Psikolog

Menggemaskan ya percakapan 2 anak kembar di atas?. 2 anak Kembar ini viral karena celotehannnya disampaikan dengan gaya yang mirip dengan gaya bicara orang dewasa. Melalui Akun ibunya yaitu @Kcstauffer kita bisa melihat bagaimana Emma dan Mila banyak menceritakan keresahan yang sering dialami anak seusianya dengan gaya yang lucu. Hal yang menarik dari percakapan di atas adalah terkait karir yang ingin Emma lakukan yang kemudian dibantahkan oleh Mila. Bila kita telaah, celotehan yang dilontarkan Emma merupakan proses eksplorasi terhadap minat muncul, sedangkan bantahan dari Mila bisa kita analogikan bakat atau karakteristik yang Emma punya. Pada akhirnya keduanya pun  kebingungan menentukan karirnya.

Minat dan bakat seringkali dijadikan bahasan utama para orang tua, khususnya ketika anak akan memasuki usia sekolah. Kebanyakan orang tua ingin mengetahui sekolah apa yang cocok untuk memfasilitasi kebutuhan anak khususnya dalam menyalurkan minat dan bakatnya nantinya, sehingga informasi mengenai minat dan bakat anak sangat dibutuhkan bagi orang tua sejak dini.  Ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan untuk mengembangkan minat dan bakat anak.

  1. Observasi ketika anak bermain. Ayah dan Bunda bisa memperhatikan ketika anak bermain, hal apa saja ya yang membuat anak tertarik. Mainan yang seperti apa? Apa yang membuatnya tertarik? Bagaimana cara ia bermain dan kegiatan apa saja yang membuat anak senang. Tentunya ketika anak berada pada usia di bawah 4 tahun ketertarikan anak masih sering berubah, namun biasanya pola dari minat atau gaya bermainnya bisa kita lihat atau temukan. Hal inilah yang bisa Ayah dan Bunda jadikan modal awal untuk menghimpun informasi mengenai minat dan bakat anak.
  2. 2. Ajak anak mengeksplorasi kegiatan yang berkaitan dengan minat anak. Anak bisa lebih mengembangkan ketertarikannya dengan lebih luas ketika ia aktif melakukan kegiatan yang sejalan dengan minatnya. Ayah dan Bunda juga bisa mengenali respon anak misalnya ketika jenuh atau mengalami hambatan dalam mengeksplorasi kegiatan atau lingkungan baru tersebut. Selain itu, Ayah dan Bunda bisa mulai mengenali kekuatan dan hal hal yang perlu dikembangkan anak untuk mempermudah proses eksplorasinya. Anak bisa saja memutuskan untuk tidak mau lagi mengikuti kegiatan yang tadinya ia minati, dengan alasan bosan atau sekedar sudah tidak suka, ingin mencoba hal lain. Namun bukan berarti anak tidak cocok atau tidak ada potensi di kegiatan tersebut. Bisa jadi potensi yang anak miiki belum sepenuhnya dimanfaatkan, sehingga penting bagi Ayah dan Bunda untuk mengetahui apa yang membuat potensi anak tersebut tidak sepenuhnya keluar selain karena ia jenuh atau tidak minat lagi. Ajak anak untuk berdiskusi dan mengeksplor apa yang terjadi, bukan justru tetap memaksakan anak untuk tetap berusaha atau juga langsung memenuhi keinginannya. Hal ini akan membantu Ayah dan Bunda dalam menemukan dan memaksimalkan potensi belajar yang dimiliki anak khususnya ketika berhadapan dengan hal hal yang tidak ia minati nantinya.
  3. Memberikan Respon Positif Terhadap Proses. Setelah kita menghimpun informasi mengenai minat serta potensi yang anak miliki, akan lebih efektif ketika anak juga menghayati proses eksplorasi yang ia jalani dengan tepat. Caranya adalah dengan memberikan apresiasi terhadap proses. Bukan hanya fokus pada hasil yang kita tuju, misalnya kita memuji gambar yang bagus, kecepatan anak dalam menghafal lagu. Alangkah lebih baik ketika Ayah dan Bunda memberikan respon positif terhadap usaha anak. Contoh:

“Wah, kaka tadi bisa loh duduk lama dan fokus ngerjain gambar bunganya.”

“Nak, tadi Bunda seneng deh liat kamu bisa sabar nyelesein puzzlenya, akhirnya bisa selesai yaa horee..”

“Adik, tadi keliatannya pas main di kolam renang kaget ya ngerasain airnya dingin banget, gimana kalo nanti pas kita renang lagi kita celupin kaki dulu ya sebelum nyebur, adik mau?”

Contoh di atas adalah bentuk respon untuk menunjukkan pada anak proses apa yang telah ia lalui dan apa yang menjadi kekuatan dan hambatannya. Hal ini akan memudahkan anak dalam mengenali potensi dan karakteristik diri yang ia perlukan dalam mencapai minatnya.

Kunci dari mengembangkan serta memaksimalkan minat dan bakat anak adalah dengan hadir secara aktif pada kegiatan dan proses eksplorasi anak. Selain itu juga penting bagi Ayah dan Bunda untuk menerima keunikan dan semangat eksplorasinya. Mulai untuk tidak terpaku pada apa yang sudah anak lain capai atau lakukan karena proses eksplorasi yang anak anak lain lalui pun pasti berbeda. Dengan begitu, anak akan mudah memahami dan mencapai apa yang ingin mereka jalani dengan perasaan senang dan menghayati proses yang lebih bermakna. Selamat bereksplorasi bersama ya, Ayah dan Bunda.. J

 

Sumber terkait:

https://www.scholastic.com/parents/kids-activities-and-printables/activities-for-kids/arts-and-craft-ideas/play-to-your-childs-passions.html

https://www.potentialplusuk.org/index.php/2016/07/19/6-important-ways/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s