Menanamkan Nilai Tanggung Jawab pada Anak

Ditulis Oleh : Clorinda Vinska, S.Psi

 

Ayah dan bunda.. seorang anak akan paham mengenai tanggung jawabnya itu melewati suatu proses. Tentunya banyak sekali faktor yang membentuk perilakunya. Berikut akan dijabarkan kira-kira pola pengasuhan seperti apa yang membentuk perilaku tanggung jawab pada seorang anak.

  1. Tanamkan tanggung jawab sejak dini

Kenalkan apa itu tanggung jawab melalui cara-cara yang sederhana dan biasa ditemui sehari-hari, seperti menghabiskan makan, mengambil minum sendiri, merapikan mainannya ketika selesai bermain.

  1. Disiplin, merupakan kunci pembentukan nilai tanggung jawab

Ketika Ayah dan Bunda terbiasa dengan hidup disiplin dan mengikuti rules yang ada, pasti ada rasa tanggung jawab tumbuh didalamnya. Misalnya, ketika si kecil akan pergi sekolah dan harus bangun jam 05.30 WIB, namun di hari itu si kecil terlambat bangun sehingga terlambat pula pergi sekolahnya. Ketika si kecil di antar pergi ke sekolah, ia akan bilang “Ayah, Bunda.. nanti malam aku akan tidur lebih cepat supaya tidak terlambat bangun paginya”. Hal ini lah yang menunjukkan adanya rasa tanggung jawab, karena sang anak paham bahwa terlambat ke sekolah merupakan hal yang kurang baik.

  1. Ketika anak melakukan suatu kesalahan, biasakan anak untuk bertanggung jawab

Pasti si kecil pernah menumpahkan minumannya tanpa disengaja bukan? Sebaiknya Ayah dan Bunda mengajaknya untuk membersihkannya. Ketika sang anak mau untuk membersihkannya, dan telah selesai membersihkannya, sampaikan pada anak “Nak.. tadi itu namanya tanggung jawab karena tadi kamu menumpahkan airnya, dan airnya sudah kamu lap berarti kamu sudah melakukan tanggung jawab”.

Jadi Ayah dan Bunda bukan fokus pada kesalahan anak ‘menumpahkan air’ tetapi fokus pada anak supaya bisa menyelesaikan kesalahannya ini. Sebisa mungkin selipkan term ‘tanggung jawab’ ya Ayah dan Bunda, supaya anak bisa paham “oh itu namanya tanggung jawab”. Tanpa harus menjelaskan secara teoritis tanggung jawab adalah blablabla..

  1. Diskusi mengenai tanggung jawab

Misalnya Ayah atau Bunda memberikan gadget kepada sang kecil dengan durasi 20 menit, kemudian durasi bermain gadget tersebut sudah habis. Biasanya sang anak akan meminta tambahan waktu. Berikut percakapannya:

Sang anak :  Bunda, aku boleh main lagi ya, 5 menit aja bun

Bunda        :  Tadi kan sudah sayang, hmm coba kalau adik main nya dilanjutkan lagi, kira-kira mata adik akan gimana?

Sang anak : Mata aku capek, bun..

Bunda        : Terus badannya?

Sang anak : Badan aku lemes..

Bunda        : Leher adik?

Sang anak :  Leher aku sakit..

Bunda        : Kira-kira kondisi seperti itu bagus ngga buat adik?

Sang anak : Engga bun…

Bunda        : Nah, pinterrrrr.. adik tau kan jawabannya sayang. Sekarang main yang lain aja ya. 

Ayah dan bunda, sebaiknya mengarahkan sang anak untuk bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Semua yang terkait dengan dirinya sebenarnya merupakan pilihan. Ayah dan Bunda biasakan yaa pada anak untuk memilih apa-apa yang baik untuk dirinya. Tentunya Ayah dan Bunda tetap berada di sampingnya untuk memberikan arahan, motivasi, dan fasilitas, tapi tidak serta merta ikut memilih atau memberikan jawaban yaa (“Kamu harus seperti ini, begini, begitu, blablabla..”). Ayah dan Bunda biasakan sang anak untuk bertanggung jawab dengan pilihannya, karena kebiasaan ini harus ditanamkan sejak kecil. Ayah dan Bunda tentunya tidak mau kan sang anak menjadi anak yang plin-plan, bingung, dan tidak dapat menentukan pilihan terbaik untuk dirinya sendiri.

  1. Bantu anak membuat activity plan di setiap harinya

Ayah Bunda bisa membantu anak melalui kegiatan yang akan dilakukan keesokan harinya melalui cerita di sebelum tidur. Hal ini membantu sang anak untuk merancang sendiri kegiatan yang akan dilakukannya esok hari. Misalnya “Bunda, besok aku setelah bangun tidur aku mau mandi, pakai baju dan celana, menyisir rambut, sarapan, lalu di sekolah aku mau… kemudian pulang sekolah mau blablablaaa…..

  1. Ayah Bunda harus memberikan contoh bahwa Ayah Bunda juga bertanggung jawab dengan apa yang kerjakan

Lingkungan keluarga memang menjadi tempat pertama kali belajar bagi sang anak, sehingga perlu didisain untuk mendukung kebutuhan belajar bagi sang kecil. Misalnya, setiap pagi bunda menyiapkan sarapan untuk Ayah sebelum pergi bekerja, kemudian membereskan rumah. Dengan melihat perilaku orang tuanya yang bertanggung jawab, anak pun dapat belajar mengenai tanggung jawab dan menerapkannya dalam aktifitas sehari-hari.

  1. Berikan apresiasi “pujian” ketika anak berhasil menjalankan tanggung jawabnya

Misalnya ketika sang kecil sedang perjalanan pergi ke sekolah dan ternyata ia lupa membawa buku PR nya. Lalu sang anak meminta kepada ayah atau bunda untuk putar balik ke rumah untuk mengambil buku PR. Pada saat itu juga, berikanlah pujian dan juga pelukan kepada sang kecil, “Bunda bangga sekali sama kamu sayang, kamu bertanggung jawab dengan tugasmu”.

 

 

Sumber :

Fitri, Lita & Khamsa,2007. Diary Tumbuh Kembang Anak.Read! Publishing House.

https://raisingchildren.net.au/toddlers/behaviour/encouraging-good-behaviour/good-behaviour-tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s