Pentingnya Konsistensi Orangtua pada Anak

Oleh: Lindyani Annisa, S.Psi

Setiap orangtua pasti ingin memberikan semua yang diinginkan oleh anak. Namun, terkadang apa yang diinginkan oleh anak, belum tentu apa yang terbaik untuknya. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk menerapkan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh anak.

Memang tidak mudah untuk menerapkan setiap aturan pada anak. Perlu pendekatan agar anak mau mematuhi setiap aturan yang dibuat. Pada awalnya, anak mungkin akan melanggar aturan-aturan tersebut. Di sinilah pentingnya konsistensi. Dengan bersikap konsisten, maka anak akan menyadari bahwa aturan tersebut memang baik untuk dirinya.

KONSISTEN

Pernahkan Bunda mengatakan “Ayo bereskan mainannya, nanti kita jalan – jalan”, lalu setelah anak selesai membereskan mainannya, anak tetap dirumah dan jalan-jalan hanya diucapkan untuk merayu anak. Bunda mungkin akan menganggap sepele janji tersebut sehingga mudah melupakannya, namun hal tersebut justru akan diingatnya terus. Dari hal sederhana tersebut, anak akan menganggap orangtua sebagai orang yang kurang konsisten.

Konsistensi berarti bahwa aturan dan harapan hampir selalu sama dari satu waktu ke waktu yang lain. Konsistensi membuat anak mampu memprediksi situasi dan tidak membuatnya bingung. Anak yakin bahwa aturan yang dibuat orangtuanya dilakukan secara konsisten dan tidak berubah-ubah. Hal ini adalah kunci untuk membentuk anak menjadi disiplin. Dan juga cara untuk dapat mengenalkan aturan rumah, nilai-nilai keluarga, dan konsekuensi.

 

EFEK POLA SIKAP KONSISTEN ORANGTUA TERHADAP ANAK

  1. Rasa Aman

Konsistensi memberikan anak rasa aman. Mereka merasa dapat mengandalkan orang tua mereka dan percaya bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi.

  1. Disiplin

Mengembangkan rutinitas sehari-hari dengan waktu yang teratur naik, waktu tidur, setelah jadwal sekolah, dan waktu makan akan menumbuhkan kehidupan rumah lebih damai.

  1. Mengembangkan Rasa Tanggung Jawab

Konsistensi membantu anak mengembangkan rasa tanggung jawab karena mereka tahu apa yang orang tua mereka harapkan dari mereka. Anak-anak dengan orang tua yang konsisten mengalami kurang kecemasan.

 

DAMPAK INKONSISTEN

  1. Merasa Kebingungan Dan Tidak Nyaman

Ketika seorang anak tidak bisa memprediksi bagaimana orang tua akan merespon dalam situasi tertentu, ia akan merasa kebingungan. Pada akhirnya, ia sering merasa tidak aman.

  1. Merasa Ketakutan Dan Gelisah

Kurangnya konsistensi tentang aturan dan konsekuensi membuat sulit bagi anak-anak untuk mengetahui apa yang diterima dan apa yang tidak dapat diterima. Hal ini dapat menciptakan ketakutan dan kecemasan pada diri anak.

  1. Memunculkan Perilaku Negatif

Jika orangtua tidak konsisten, ketidakpercayaan mereka tumbuh ketidakpercayaan pada orangtua. Anak menolak orang tua dan menunjukkan  perilaku negatif untuk memperlihatkan perasaan sakit, takut dan marah yang berasal dari orangtua yang tidak konsisten.

 

BAGAIMANA ORANGTUA DAPAT BERSIKAP KONSISTEN?

1.      Kenali dan Prioritaskan aturan apa yang penting bagi anda dan keluarga anda

Menyiapkan terlalu banyak aturan untuk anak-anak akan membuat orangtua kewalahan. Pilihlah tiga atau empat aturan yang paling penting saja dan pantau perkembangan mereka. Orangtua harus benar-benar tahu mengapa melakukannya. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah peraturan ini sangat penting?  Kenapa menjadi penting ? atau Kenapa  tidak penting?” Ini berlaku untuk nilai yang ingin Anda ajarkan sebagai orangtua.

2.     Diskusi dan samakan persepsi pada setiap aturan yang diterapkan

Bicarakan aturan ini dengan anak sebelum menerapkannya, juga kepada siapapun yang terlibat dalam merawat anak.

3.     Ingatlah untuk tetap konsisten dengan pujian

Hal ini mengajarkan anak, perilaku seperti apa yang diharapkan dan memperkuat anak untuk menampilkan perilaku yang sesuai.

4.      Cobalah menerapkan reward atau aturan secara tertulis

Beberapa orang tua menemukan bahwa grafik reward menggunakan stiker atau bintang benar-benar membantu mereka untuk tetap tetap konsisten. Jika hal tersebut belum membantu, cobalah membuat daftar aturan secara tertulis dan menempelkannya pada bagian rumah. Dimana tertulis aturan dan konsekuensi saat melanggarnya. Hal ini dapat disesuaikan seiring dengan perkembangan usia anak.

5.     Pertimbangkan konsekuensi yang dibuat sebelum menerapkannya

Berikan waktu pada diri Anda untuk memikirkan konsekuensi yang dibuat sebelum menerapkannya pada anak. Hal ini bisa dikaitkan dengan aktivitas yang menguntungkan bagi orangtua, misalnya membantu pekerjaan rumah tangga, waktu tidur yang lebih awal, membantu dalam menjaga adik. Karena, konsekuensi tersebut harus secara konsisten untuk diterapkan.

6.     Menjaga Emosi

Perubahan menuju sikap positif bisa terjadi, tapi mungkin tidak secepat yang Anda inginkan. Setiap orang tua membutuhkan waktu, strategi dan tidak ada tekanan untuk menjadi konsisten. Bisa jadi anak merengek, membantah, atau mengamuk. Ketika tingkah laku ini muncul, jangan menyerah. Tetapkan pendirian Anda. Anak mungkin akan menantang orangtua, tidak peduli seberapa keras konsistensi yang diterapkan. Atau ia mungkin akan segera merespon dengan segera, hanya untuk jatuh kembali ke kebiasaan lama. Jangan putus asa. Hal yang terjadi itu adalah normal. Setelah orangtua menerima penolakan sementara, anak akan mulai menunjukan kerjasama.

Sumber Terkait :

http://www.drchristinahibbert.com/parenting-success-skills-top-10-2-the-1-rule-of-parenting-consistency/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s