Smartphone VS Smartparents

oleh Tiara Delia Madyani, S.Psi

 

Seringkah Ayah dan Bunda melihat orang dewasa atau anak-anak yang terus fokus melihat ke layar handphone ketika sedang ada acara keluarga? Lebih dari 1,8 juta orang memiliki smartphone dan mengecek layar smartphone kurang lebih sebanyak 150 kali dalam sehari. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi dalam smartphone membuat kita tidak bisa lepas darinya.

98617158-children-s-gadget-dependence-kids-with-electronic-devices-cartoon-vector-illustration-isolated-on-da

Seorang psikolog klinis, Catherine Steiner-Adair, EdD, menyatakan anak-anak yang ia temui bercerita kepadanya bahwa mereka harus bersaing dengan smartphone untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Mereka sering melihat orang tua terlalu sibuk tenggelam dalam pembicaraan di telepon, mengirim pesan, dan sebagainya.

Dr. Jenny Radesky dari Boston Medical Center pun menyatakan bahwa smartphone mempengaruhi kelekatan dan perhatian yang diberikan orang tua pada anak. Data yang dihimpun oleh Pediatric (2014) dalam American Psychological Association (APA) menyatakan bahwa orang dewasa yang sedang mengasuh anak dan terlalu fokus dengan smartphone seringkali berperilaku kasar dan merespon anak dengan nada yang kurang baik. Salah satu contohnya adalah ketika pengasuh anak sedang asyik dengan smartphonenya mendorong anak atau menendang kaki anak di bawah meja ketika anak meminta perhatian mereka.

Lalu, bagaimana agar kita bijak dalam menggunakan smartphone ketika berinteraksi dengan anak? Ada beberapa tips yang dapat Ayah dan Bunda terapkan, antara lain:

  1. Tidak menggunakan smartphone dalam durasi waktu yang berlebihan pada anak dibawah usia dua tahun. Lebih baik lagi jika anak tidak terpapar sama sekali.
  2. Dampingi anak ketika menggunakan smartphone. Narasikan apa yang anak lihat di layar dan berikan informasi sekaligus pertanyaan. Hal ini berguna agar kebutuhan anak untuk memperoleh banyak stimulasi melalui interaksi dua arah dengan manusia tetap terpenuhi.
  3. Batasi penggunaan smartphone maksimal satu hingga dua jam setiap harinya dengan pembagian waktu misalnya 15-30 menit dalam setiap sesi penggunaannya.
  4. Pasang aplikasi yang mampu mengembangkan kemampuan anak seperti kemampuan berbahasa, matematika, membaca, dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi anak.
  5. Jauhkan smartphone dari kamar tidur ketika waktu tidur tiba dan juga ketika orangtua sedang menghabiskan waktu dengan anak.

 

Sumber:

American Psychological Association (2016, Februari) Smartphone=not-so smart parenting. Diperoleh 23 Oktober 2018, dari https://www.apa.org/monitor/2016/02/smartphone.aspx

Psychentral (2016, 17 Mei) How do Smartphone affetct childhood psychology?.Diperoleh 23 Oktober 2018 dari https://psychcentral.com/lib/how-do-smartphones-affect-childhood-psychology/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s