Saat Anak Takut Bertemu Orang Asing

99501232_wide

Kita seringkali kebingungan ketika melihat bayi kita yang semula selalu anteng mendadak menjadi penuh ketakutan dan kemarahan saat bertemu orang baru. Padahal sebelumnya bayi kita bisa dengan mudah digendong oleh siapa saja, bahkan bisa tertawa ketika diajak bercanda. Beragam pertanyaan muncul di benak kita sebagai orangtua, apakah anak saya penakut? Apa ada yang salah dengan cara saya mengenalkan dia dengan orang lain? Apa anak saya selama ini terlalu nempel sama saya? 

Semua kekhawatiran tersebut sangat wajar kita rasakan. Namun kita tidak perlu berlarut-larut dalam kekhawatiran tersebut karena ternyata bayi kita sedang memasuki fase fear of strangers atau ketakutan terhadap orang asing dan ini merupakan tahapan perkembangan yang normal dilalui pada anak.

 

Usia berapa bayi mulai menunjukan ketakutan terhadap orang baru?

Pada usia 3 dan 4 bulan kebanyakan bayi menunjukan respon serupa seperti tersenyum kepada siapa saja yang mengajaknya berinteraksi. Memasuki usia 6 atau 7 bulan, di samping mengembangkan berbagai keterampilan, bayi juga mulai mengembangkan rasa takutnya. Mereka mulai belajar mengenali lingkungannya dan mulai membedakan orangtuanya dengan orang asing. Hal ini yang membuat mereka tiba-tiba takut saat orangtuanya meninggalkan mereka sebentar atau ketika ia bertemu dengan orang asing.

Fase ‘takut’ ini dapat berlangsung selama beberapa bulan saja, bahkan sampai berbulan-bulan, dan pada umumnya akan berhenti antara usia 18 bulan sampai 2 tahun.

Apakah semua anak mengalami fase ini?

Semua bayi mengalami fase ini, tentunya dengan intensitas yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor temperamen masing-masing anak: easy, slow-to-warm, dan difficult. Anak dengan temperamen easy terlihat aktif dan ceria, ia akan dengan mudah beraptasi  di situasi dan lingkungan baru. Pada anak slow-to-warm cenderung sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Sementara pada anak dengan temperamen difficult memiliki kesulitan untuk beradaptasi dan seringkali terlihat bad mood.

Bagaimana cara orangtua membantu anak menghadapi fase ini?

  • Dampingi anak saat memasuki lingkungan/bertemu dengan orang baru. Ketika anda membawa anak anda ke tempat baru berisi orang-orang yang juga baru bagi anak, selalu pastikan anak berada dalam sentuhan anda, misalnya digendong, dipeluk, atau digenggam tangannya. Jika tiba-tiba ia menangis, alihkan sejenak perhatiannya ke hal lain atau menjauh dari orang yang baru dikenalnya sampai ia merasa tenang. Anda juga bisa membawakan barang kesayangan anak seperti mainan yang dapat ia pegang selama mencoba beradaptasi.
  • Beri anak anda waktu. Jangan langsung membiarkan anak digendong oleh orang baru dengan harapan lama-lama ia akan terbiasa. Hal ini justru akan semakin memperbesar rasa takutnya. Cobalah untuk ikut terlibat ketika anak anda sedang belajar berinteraksi. Situasi ini dapat membuat anak anda merasa aman karena ia tahu anda tidak akan meninggalkannya dengan orang dewasa yang masih asing baginya.
  • Tunjukkan interaksi positif di hadapan anak. Anak selalu belajar dari lingkungannya, terutama orangtua. Ketika anda sedang bertemu dengan teman atau anggota keluarga yang belum familiar bagi anak, atau bahkan orang yang juga baru anda kenal, sapa mereka dengan intonasi yang ceria dan tunjukkan senyuman anda kepada mereka. Dengan melihat interaksi yang positif ini dapat mengurangi ketakutan anak ketika bertemu dengan orang yang baru dikenalnya.
  • Berikan penjelasan. Terkadang kerabat kita tiba-tiba menyapa dengan mencium atau langsung menggendong anak kita. Maka sangat penting untuk segera memberikan penjelasan kepada mereka bahwa anak kita sedang belajar untuk bertemu dengan orang baru.

 

Kapan kita perlu mencari bantuan?

Jika sampai usia lebih dari 2 tahun anak masih terus menampilkan ketakutan yang ekstrim terhadap orang baru atau saat berpisah dengan orangtua, maka orangtua disarankan untuk segera mengkonsultasikan permasalahan anak anda ke ahlinya.     

 

Sumber:

http://www.raisingchildren.net.au

Hartson, John. & Payne, Brenda. (2006). Creating Effective Parenting Plans. Chicago: ABA Publishing.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s